Senin, 31 Maret 2014

NOVEL - ANTARA AKU, MANTAN DAN SAHABATKU


Antara Aku
Mantanku Dan Sahabatku




OLEH:
Muh. Husain Achmad, S.Pd.
@2013

          Hari demi hari setelah kisah cinta berakhir 2 tahun yang berlalu “putus cinta” karena terjadi kisah cinta segi tiga antara aku, sahabatku dan kekasihku. Mulailah kujalani hidup tanpa kekasih meski hati masih terbayang luka yang telah tergores. Ku sendiri dan hanya kerlip bintang dan rembulan yang menemai disaat malam menjemput, meski terkadang kelam di balik mendungnya langit hingga hujan pun turun dan dingin menyelimuti tubuh ini, seakan merindukan sang kekasih yang biasanya menyelimutiku dengan hangatnya belaian kasihnya.
            Teringat disaat malangnya nasibku, di khianati oleh sang kekasih hati. Sakit begitu sakit yang aku rasakan, seakan hati ini hancur berkeping – keping dan tak bisa menerima kenyataan pahit yang terpendam dalam benak jiwa ini. Tak pernah kusadari bila orang yang aku sayangi telah menjalani hubungan bersama sahabatku sendiri. Kini kusendiri lagi, sahabat pergi cinta pergi. Semuanya telah pergi tanpa jejak.
            Awalnya aku putus hanya karena ada yang dia tidak suka dari saya yaitu kekuranganku yang tak bisa mengandarai motor. Memang saya akui, tidak bisa itu aku hanya bisa mengandaldalka ketulusan mencintai yang aku miliki. Hanya ada satu alasan kenapa aku tidak mau belajar mengandarai motor, itu karena aku mau mengetahui ketulusan dan menerima aku apa adannya. Karena aku tahu jaman sekarang perempuan hanya menyukai lelaki yang memiliki kendaraan, dan aku juga merasa trauma atas kejadian yang pernah aku alami.
Aku pernah juga belajar naik motor, sejak SMA kakak aku mengajarkan dengan motor Fiz R_nya. Ya alhamdulillah aku bisa sedikit tapi cuma sehari saja, selanjutnya tidak lagi. Tetapi  sejak aku masuk di perkuliahan, aku juga pernah di ajar oleh saudara sepupu. Ketika itu, dia mengajak saya keluar berkunjung dirumah temannya. Namun cuma sebentar, sepulang dia mengajak aku untuk belajar mengendarai motor. Aku memang ragu saat itu, tetapi aku berpikir tidak apalah dicoba.
“Uchenk, belajar mengandarai motor! Ucap dia
“Apa? belajar motor!
“Ia, ayolah? Mumpung sepi jalanan.
“Okey, tak apa dicoba. Sini saya bonceng kau. Tutur aku yang begitu semangat.
Brrrrrmm..brrrrmm..brmmm (bunyi motor yang aku kendarai), saat itu lancar – lancar saja aku kendarai. Saudara sepupuku selalu memberikan arahan.
            “masukkan gigi 2, masukkan gig 3, masukkan gigi 4” tutur dia.
Yang dia katakan aku lakukan, namun naas ketika sampai ditikungan aku berpapasan dengan mobil besar pengankut pasir, dan saat itu terjadilah kecelakaan, motor tertabrak pangar rumah dan jatuh dalam selokan yang dalam. Tangan saya berdarah kepala saya terbentur, sedangkan sepupuku terjatuh dalam selokan. Warga sekitar situ pun bergeletar menyaksikan kejadian itu dan membantu kami.
Disitulah aku mulai trauma belajar mengendarai motor,  aku tidak mau lagi. Meskipun sepupu selalu mengajak aku lagi, dan juga sahabatku yang ada di kampus yang selalu mengajak untuk belajar mengandarai motor, namun aku tak bisa. Dalam hatiku ada saatnya aku belajar, tapi kalau saat – saat ini belum.
Itulah kekurangan aku yang tak bisa diterima kekasihku, makanya dia memutuskan hubungan dengan aku. Tapi aku juga sadari kalau dia selalu bohongi aku dan tidak serius denganku, buktinya selama jalan 5 bulan ternyata dia masih jalan sama pacarnya. Ada satu hal yang tak bisa aku lupa dari dia ketika menangisi kesalahannya dihapanku. Waktu itu, dia dikhianati sama pacarnya dan dia datang terhadapku meminta maaf.
“kring kring kring kring” nada dering Handpone_ku berbunyi.
“sayang, kamu lagi dimana? Apa kamu ada di kosmu? Ada yang mau aku cerita sama kamu. Tanya dia lewat sms.
“ia, aku ada dirumah. Kesini aja, kebetulan aku kangen bangetz sama kamu. Jawabku!
“ia, tunggu aku disitu! Tuturnya.
“Ie sayangku, pastinya..! jawab aku dengan mesra.
Setelah 7 sampai 10 menit aku menunggu dia, ada ketukan pintu kamarku. Aku yakin pasti dia dan aku langsung membukanya. Ketika didalam kamar, dia langsung merangkulku dan memelukku sambil menagsi tersedu –sedu, saat itu aku menbalas pelukannya yang begitu hangat akan belaian kasihnya sambil bertanya – tanya kepadanya.
“Ada masalah apa, ko kamu nangis? Tanyaku sambil menghapus air matanya dengan lembut!
“tapi kamu janji jangan marah yach?? Ulasnya.
“ie, aku janji tidak akan marah! Ungkapku
“Maafin aku nach? selama ini aku bohong! Maaf..
“Bohong kenapa? Tanyaku
“Jujur, selama ini aku masih jalan sama pacarku yang pernah aku ceritakan kalau aku sudah putus. Itu semua aku bohong, tapi sekarang aku sama dia udah putus betulan. Maafin aku!
“astagfirullah, kenapa begitu tega bohongi aku? Aku sangat sayang sama kamu, aku percaya sama kamu. Trzz kamu balas dengan kebohongan.
“Okey, saya akui salah. Tapi aku mohon maafin aku, aku janji tidak akan ulangi lagi.
“Okey, aku maafin kamu. Tapi kamu janji yach jangan ulangi lagi?
“ie. Jawabnya yang begitu singkat dan sampil mencium keningku, akupun membelas ciumannya dan mengatakan “Aku tak ingin kehilangan kamu, hanya kamu harapanku”.
“aku juga say!!
Saat itu, sedu sendu bercampur kebahagian yang aku rasakan bisa bersama dia. Kedamaian akan terasa begitu indahnya, cinta yang aku miliki sesempurna aku mencintainya. Ketulusan itulah kelebihan aku.
Kesetiaan merupakan sifat yang paling suci dihati manusia, kesetianku mencintai seakan membuatku rebah akan sakit hati. Luka hati mungkin semakin membuahi seluruh benak jiwa ini, namun hal itu tidak membuatku jenuh. Kesetiaan akan selalu aku tegarkan dan aku yakin suatu saat akan indah pada waktunya.
Setelah sekian lama saya jalan sama dia, entah kenapa dia berubah lagi. Malah dia meminta untuk putus, aku bingung terhadap apa yang dia mau. Padahal kalau saya pikir tidak ada masalah, tapi dalam hati saya ada satu hal yang terjadi terhadapnya. Bahkan dia menghilang tanpa jejak. Dia tidak pernah menghubunigku lagi, aku sms tidak dia balas, aku telpon dia tidak di angkat. Hati ini makin ragu, kecewa dan bertanya – tanya. Dalam hatiku, mungkin dia terasa jenuh akan yang aku tidak miliki.
Okelah, aku  membiarkan apa maunya. Aku sudah anggap masa lalu dan bukan harapanku lagi. Aku siap terima ini dengan sepenuhnya, meski sakit hati ini.

********************************

Petengahan semeter 5, aku mulai lagi mengenal cinta tetapi cuma melaui HP aku menjalani pacaran jarak jauh meski terkadang teringat kejadian pahit yang aku lalui. telponan dan sms_san hanya itu yang bisa aku jalani, meski jauh dari mata tetapi tetap dihati.
Jikala ku sendiri, aku hanya berteman gitar seiring kumenulis lagu dan ku tuangkan semua pengalaman yang pernah aku lalui. Itulah hobiku, main gitar dan nulis lagu.
Seiring berjalannya hubungan aku yang hanya lewat HP, Rosma pun kembali di kehidupanku, dia memintaku untuk kembali lagi. Tapi bersi keras aku tidak ingin kembali lagi, karena dia khianati cintaku.
Rosma selalu hubungi aku, telpon, sms tapi aku tidak pernah menghiraukannya, aku begitu kecewa sama dia. Beribu kata maaf yang dia kirim lewat sms.
Bahakan dia punya sepupu yang juga kuliah di Unismuh jurusan Sosiologi, dari situ memperantarakan minta maafnya ke aku. Dia kasi nomor HP_ku dan dia hubungi saya.
 Ketika itu aku berada dikampus, nada dering Handponeku berbunyi, terlihat satu nomor baru. Aku penasaran siapa dia dan saat itu aku mengankatnya.
“Halo. Siapa nich? Tanyaku
“Bisa bicara dengan Uchenk!
“Ia, dengan saya sendiri. Kamu dengan siapa?? Jawabku, dalam hati aku ternyata cowo. Aku kira cewe.
“Kamu lagi dimana ini? Aku ngk ganggu kan?
“Ndak ganggu ko dan Aku lagi di kampus, emang kenapa? Ungkapku.
“Owh, kamu kuliah dimana?
“Di Unismuh, kalau kamu?? Tanyaku
“Aku juga di Unismuh kuliah jurusan Sosiologi, kamu jurusan apa?
“Bahasa Indonesia, ech langsung aja tech pzti ada sesuatu yang kamu mau bicarakan, ia kan? Tanyaku yang tak sabar ingin mendengar dan mengetahuinhya.
“owh, santai aja bos. Okey, begini aku punya sepupu mungkin kamu kenal dia. Dia banyak cerita tentang kamu, dan dia yang kasi nomormu ke aku agar bisa cerita – cerita sama kamu tentang masalahnya dan ada lagi supaya kita ketemuan tuk cerita lebih jelasnya!
“Waduh, aku ngk bisa. Siapa sich dia? Aku ngk mengenalnya ko!
“Dia mantanmu, Ros!
“What, Ros? Ada apa lagi dengan dia aku sudah muak dibohongi dengan dia, mungkin kamu pikir aku yang salah! Dia yang salah! Aku merasa tersentak saat itu.
“ia, aku tahu Uchenk. Tapi aku mau ketemu sama kamu!
“Untuk apa? Tanyaku
“Untuk meminta maafkan Ros!
“Tak usalah, aku ngk bsia. Sory bro, ndk segampang itu. Jangan hubungi aku lagi, aku sibuk. Okey?
“Tut Tut Tut Tut Tut Tut, (bunyi Handpone yang aku matikan)
Sejak itu, rosma sering lagi hubungi aku lewat sms ataupun telpon tapi aku tak pernah melayaninya. Dia selalu selalu mengutarakan perasaannya kalau dia masih sayang. Tapi aku tidak peduli meski hati juga merasakan bila masih mencintainya juga.
Hubungan pacaran jarak jauh aku makin terancam saat kehadiran Rosma, dia makin nekat ingin mendekap lagi. Dan aku sadar juga hubungan jarak jauh aku, tidak begitu adanya. Sama halnya aku tidak punya pacar, maafkan aku karena mantan aku masih menghubungiku (Suara hatiku yang terpendam).
Hingga akhirnya aku memberi peluang Rosma tuk bisa aku maafkan, karena aku pikir daripada dia selalu menghubungiku mending aku kasi tugas. Agar dia bisa sadari apa yang dia lakukan selama mau minta maaf terhadapku. Tugas itu hanya gampang saja, tapi dia tidak bisa melewatinya.
“Kamu cari tahu tata cara dan tata krama meminta maaf”
“Itulah tugas yang aku berikan kepadanya!
Saat itu, dia selalu nelpon bahwa dia tidak tahu, bahkan dia mengatakan sudah bertanya – tanya  kepada temannya. Namun tidak ada yang mengetahuinya, meski terkadang terjawab dari mulutnya sendiri tapi aku menganggap tidak itu benar. Karena dia tidak melakukannya, dia tidak mengerti apa maksud aku.
Makin hari, aku dan Rosma makin akrab tapi aku belum memaafkannya atas kesalahannya. Terkadang aku marah dan terkadang dia membuat aku tertawa tetapi aku tidak menampakkannya, sebelum dia lakukan apa yang aku mau. Tapi dia tidak mengerti, jujur aku juga masih sayang sama dia.
Berselang sebulan, saya merasa terhibur atas kehadiran Rosma. dia selalu membuatku tersenyum, dan bahakan membuatku yakin akan dia. Aku jatuh cinta lagi, tapi tetap aku berhati – hati jangan sampai kisah – kisah sebelumnya terjadi lagi. Hubungan jarak jauh aku akhiri yang hanya sebulan dengan alasan.
“sayang, maafkan aku yach?? Moga kau mengerti. jarak kita jauh, tidak pernah bertemu, aku yakin ada yang lebih baik dariku yang dekat dengan kamu. Kamu ngertikan maksud aku? Tanyaku kepadanya lewat sms.
“Ie sayang, ngk papa. Aku ngerti, moga kaka juga mendapatkan cewek yang lebih dekat dan lebih baik dengan kaka. Aku tidak akan lupa dengan kaka!
“ie, aku juga tidak akan lupa ma kita. By by sayang, (Uuuummmaachz) itu ciuman buatmu yang pernah mencintaiku! Satu yang terindah buatku dengan dia.
“(Uuuuummmaaacchzz), itu juga buat kaka yang pernah juga mencintaiku! Balasan dari dia yang begitu mesra.
            Itu semua aku lakukan hanya karena Rosma, mengakhiri hubungan jarak jauh aku. Berharap Rosma bisa menjadi yang terbaik lagi, tidak seperti yang dulu - dulu.
Setelah itu, aku memutuskan  untuk memaafkan Rosma. Aku tahu dia punya salah, tapi aku juga merasa bersalah bila tidak memaafkan seseorang yang begitu sekian lama meminta maaf. Sejak itu, makin hari aku merasa bahagia dengannya, bercerita dengannya tentang apa yang aku lakukan selama berpisahnya dengannya.
“Ros, kamu tw ngk yang aku lakukan selama ini? Tanyaku terhadapnya lewat telpone.
“Apa tu? Ungkap Rosma
“Aku menulis lagu, saat kita putus!
“Owh, apa tu judulnya? Tanyanya
“Merindumu, Kembalilah Disini!
“Nyanyiin dong buat aku, tapi main gitar. Yach?
“Oke say!
“MERINDUMU KEMBALILAH DISINI
  Kau t’lah pergi, tinggalkan
  Diriku
  Di saat aku
  Mencintaimu
  Kesetiaan, membuatku
  Terluka
  Namun aku
  Tak membencimu
  ** Karena aku
      Masih  merindukanmu
  Reff : Kembalilah...sayangku
                        Mencintaimu dan menyayagimu
                        Berharap selalu hadirmu
                        Meridumu, kembalilah di sini
Itulah lagu yang aku buat dan aku perdengarkan kepada Rosma!
“Uchenk, makce nach. aku tahu kamu masih sayang ma aku. Jujur Uchenk, aku juga sayang sama kamu. Kamu mau balikan sama aku? Ungkapnya.
“Bisa saja,tapi kamu janji jangan ulangi lagi yang seperti dulu. Aku tidak mau kehilangan kamu, kamu ngerti kan? Tanyaku terhadapnya!
“Ie, aku janji. Tapi Uchenk kita jalani saja dulu petemanan kita. Okey?
“Okey, tapi adakan harapan itu?
“Ie say, pastinya! Ucapnya yang begitu mesra.
Suatu harapan yang aku tunggu dan aku nanti. Duniaku tak sepi lagi, wanitaku telah kembali yang membawa kesempurnaan dan kedamaian dalam cinta yang aku miliki. Berharap harapan itu, tidak akan kelam dalam larutnya malam nanti. Berharap, itu jadi penerang bagiku dalam hati yang suci disaat bersamanya.


*******************

Aku memang sudah putus cinta dengannya, tetapi dia pernah memberiku harapan untuk kembali lagi. Dia selau menghubungiku lewat telpon ataupun lewat sms sehingga aku begitu yakin padanya bahwa dia benar – benar serius ingin menjalani kembali hubungan denganku.
            Setelah sekian lama kami berdua memperbaiki hubungan, meski belum jadian. tapi dia memberi harapan untuk kembali atau CLBK “Cinta Lama Bersemi Kembali”. Ros meminta tolong kepada saya untuk diperkenalkan teman saya yang bisa membuat Skripsi sebagai tugas akhirnya, tapi dalam hati berat sekali untuk memperkanalkannya karena saya tahu sekali sifat Ros. Karena saya merasa kasian terhadapnya dan masih sayang, maka dengan senang hati saya kasih kenal Ros kepada teman Cosku yang juga tetangga kamarku, dia begitu ahli dalam segala pembuatan Skripsi. Namanya ka Awal, dia saya sudah anggap saudara sendiri, dia baik sekali. Bahakan dia yang membantu saya membuat skripsiku hingga saya selesai.
Di hari itu,  saya kasih namor Hp_nya ka Awal kepada Ros. Dia sering kontek – kontekan dan bahkan sering ketemuan tanpa sepengatahuan saya. Memang saya akui, ada rasa cemburu di hati karena aku masih sayang sama Ros. Aku juga yakin dia sayang sama aku, buktinya dia beri harapan untuk kembali.
Sejak saat itu, mantan saya kontrastis berubah. Dia jarang telpon atau bahakan sms, baru saya sadari ternyata dia jalan sama sahabat saya sendiri. Dia lupa segalanya tentang saya, bahwa aku masih berharap.
Ketika aku berada di kos sendiri didalam kamar, aku tidak tahu kenapa hati saya selalu tak tenang. Kumelihat mantan saya didalam kamar sahabatku bersama teman – temannya. Sejak itu saya berulang kali keluar – masuk dari kamar ke teras rumah kosku, hati ingin bertanya kepada sahabatku “apa hubunganmu dengan mantanku”.
Setelah itu, secara tidak kebetulan sahabat saya keluar menjemur pakaiannya yang sudah dia cuci. Saya langsung bertanya kepadanya !

“Kak, apa hubungan kita sama rosma? Ko’ terlihat akrab dan mesra”.

Sahabat sayapun menjawabnya dengan penuh ketegangan, yang telah memandangku begitu cemas. “ memang rosma ngak bilang ke kamu?

“..tidak kak, jawabku!

“Saya pacaran sama Rosma” ujar kak awal.

“sudah berapa lama??

“Baru beberapa hari!

“owh, begitu!

            Sejak itu, hati saya makin tambah tak karuan “sakit hati menyelimuti seluruh raga tubuh ini”, bigung harus berbuat apa dengan penuh amarah.
Dan setelah itu, kak awal pun selesai menjemur pakaiannya dan langsung masuk menuju kamarnya, saya pun ikut dari belakangnya menyusul masuk kamarnya dengan penuh emosi mendengar apa yang dikatakan kak awal ke saya. Sesampai dikamar saya langsung mendorong Rosma dan memukulnya. Kak awalpun dan temannya dua orang langsung menyangkal dan melarai pertengkaranku dengan rosma.

Kak awal pun juga bertanya – tanya kepada saya;

“ada apa ini, kenapa langsung memukul ke rosma?

“dia mantan saya kak, memang saya sudah putus tapi dia memberiku harapan balikan, terus kenapa dia malah mengacuhkanku begitu saja. Saya kasih kenal kita kak dengan rosma karena aku kasian sama dia yang ingin menyelasaikan skripsi! Ujar saya.

Astagfirullah! ucap kak awal.

Rosma pun terdiam ketika kejadian itu, karena menyesali perbuatanya. Dia selalu menangis merintih setelah kak awal  memberi pencerahan atas apa yang dia lakukan kepadanya dan juga saya. Bagi kak awal ke saya, itu tidak masalah. Cuman Rosma karena kak awal juga merasa dibohongi. Soalnya Rosma pernah bilang ke kak awak bahwa “saya tidak ada hubungan dengan Ucenk, saya Cuma teman”, padahal saya mantannya “ungkap saya.

Ketika kak awal memberi saya kesempatan berbicara berdua dengan rosma dikamarnya. Kak awal pun keluar bersama teman – temannya, mereka perpesan kepada saya terutama sahabat rosma yang bernama fitri dan Kak Akbar sahabat Kak Awal yang juga menyaksikan kejadian itu.

“Fitri mengatakan “jangan sakiti rosma lagi ketika kalian berdua berbicara”.

Setelah itu, pintu kamarpun aku kunci dan memulai bertanya – tanya kepadanya;

“Apa maksud kamu membuat saya begini? Apa tujuan kamu sebenarnya? Kau memberiku harapan balikan, tapi mengapa kau malah mengacuhkan  semua harapan itu! Bukankah kau yang meminta ingin balikan! Memang kau sering menyakiti saya, tapi saya selalu bersabar hadapi semua. Kau ingat saat kau menangis dihadapanku meminta maaf karena kau membohongiku, saya maafin kamu karena aku sangat sayang. Ech, malah kau curangi aku lagi dekat dengan sahabat saya sendiri! Air matamu itu, air mata bauya. Wanita macam apa kamu ini? Apa arti hubungan kita selama 5 bulan?

“kita jalan selama 5 bulan hanya karena kau hanya pelampiasan semata, aku tidak pernah cinta dan sayang sama kamu, yang aku sayang sekarang kak awal bukan kamu!

            Hati saya makin sakit mendengar ucapannya dan waktu itu saya sadari bahwa cintanya bukan untukku. Dan aku memutuskan untuk mengambil jalan terbaik untuk menghindar darinya.

            Pintu kamar pun terbuka, kak awal dan teman – temannya masuk dan memberi pencerahan kepada rosma. Saya pun juga terdiam mendengar kak awal yang begitu serius berbicara kepada rosma yang hanya terdiam membisu menangis merintih.
            Setelah berselang 1 jam, saya sadari merasa bersalah karena memukul perempuan. Karena bagiku perempuan harus dihargai dan disayang. Sejak itu, rosma berjalan keluar menuju teras sambil nelpon, entah siapa yang mau dia telpon. Saya pun keluar menyusulnya untuk meminta maaf karena telah memukulnya, tapi dia malah enggan berucap ketika saya mengulurkan tangan yang ingin bersalaman.

“Ros, maafin aku yach yang telah memukulmu, aku sangat bersalah memukul seorang perempuan yang harusnya di jaga, dihormati, disayangi, dihargai dan dilindungi!

“kamu pindah dihadapanku, aku tidak mau melihat kamu! Itulah jawaban Ros yang tegas tanpa menyentuh tanganku”.

“Okey, kalau itu mau kamu. Aku tidak akan pernah melupakan kata – kata kamu! ujar saya yang lansung masuk menuju kamar.

            Setelah kejadian itu, saya dan kak awal jarang sekali bercakap karena gara – gara kejadian itu. Hubungan rosma dan kak awal pun berakhir saat itu.

            Memang cinta, terkadang membuat persahabatan hancur. Mencintai pacar teman, memang sering terjadi. Tapi harapanku itulah kenagan terpuruk dan telah terukir sebagai kenangan yang tak terlupakan dan suatu pengalaman. Bagiku masih banyak yang lebih baik dari dia, bukan dia saja wanita di dunia. Cinta sejati pasti akan datang dengan sendirinya, tuhan semualah yang mengaturnya. Tetapi kita juga harus berusaha dan berdoa tuk minta petunjuk kepada sang pencipta.




*********************


            Saya sadari cinta yang telah saya jalani selama 5 bulan, tidak begitu adanya yang saya impikan. Kebahagian serasa hanya sebatas mimpi, sakit hati telah terselimuti dijiwa ini.
            Berselang 1 bulan aku masih berjalan sendiri dan selalu meratapi nasib yang pernah aku alami, tapi itu tidak membuatku jenuh dan menyerah tuk mencari cinta sejatiku. Aku yakin jika aku berusaha dan berdoa pasti tuhan akan meridhoi apa yang aku cari selama didunia yang fana ini.
“Cinta sejati harus aku dapat dan aku raih”, kataku.
            Saya dan kak Awal mulai akrab lagi dan menjalin hubungan persaudaraan. Kami mulai menebar senyuman lagi dan seru – seruan seperti dulu, bernyanyi bareng dan bermain gitar. Meski saat ini sang mantan atau Rosma masih saja selalu menghubungiku, lewat telpon ataupun sms tuk minta maaf atas apa yang dia perbuat, dengan isi smsnya
“Maafin aku yang telah melukai hatimu, maafkan aku karena mengecewakanmu, aku janji takkan lagi mengulanginya, asalkan kamu mau kembali lagi seperti dulu”
Dia selalu berusaha untuk meyakinkan saya dengan segala khilafnya tapi aku tidak beigitu yakin dengannya karena dia begitu tega memperlakukan aku yang hanya sebagai pelampiasan semata dan bahkan dia ingin kembali lagi.
Dia sering sms tetapi saya tidak pernah meresponnya karena bagiku itu tidak penting dan tidak ada lagi harapan untuk dia.
            Ketika itu, saya berada di kampung halaman tempat aku dilahirkan. Enrekang kec. Baraka Desa Parinding Dusun paje. Guna untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga. Keseharian aku hanya pergi kebun disaat bulan puasa, sepulang rumah aku menanti saat berbuka puasa bersama keluarga.
            Suara adzan terdengar di radio menandakan berbuka puasa sudah waktunya, Pisang goreng, minuman teh yang telah disediakan ibu dan kakak sebagai hidangan buka puasa. Seiring itu bunyi nada dering Handpone yang selalu di kantong celana dan ternya ucapan Selamat berbuka puasa dari teman – teman saya. Meski terkadang aku di tegur sama orang tuaku “buka dulu baru main HP”. Dan ada nomor baru yang juga mengirim ucapan, saya pun penasaran siapa pemilik nomor ini karena cara smsnya dengan menulis kata “sayang” dan saya membalasnya.
“Met berbuka puasa, yaa sayang??” Itulah isi sms yang masuk.
“Siapa nich?? Balasan Sms yang aku kirim!
“Pacarmu” balasan dari dia
“pacar darimana, pacar dari hongkong! ucapku
“hehehehehe, simbol kalau dia tertawa melalui sms yang dia kirim
“siapa ini sebenarnya??? Tanyaku!.
Saya makin ragu, karena setahuku saya tidak punya pacar. Kenapa ada yang ngaku – ngaku kalau aku pacarnya, aneh!
“Saya mantanmu”.balasan dari dia!
“Wah, banyak saya mantanku. Mantan yang mana??tanyaku!
“Saya Rosma!
Setelah sekian lama sms_san dengan baru dia jujur kalau dia Rosma. Saya pun langsung letih ketika mengetahuinya dan membalasnya.
“Udah, kamu jangan ganggu aku lagi. Aq dah muak dngnmu.
“aku hanya mau minta maaf, itu aja” Sms dari dia!
“maaf, aku ngk bisa maafkan kamu! Ulasku
“Uchenk, aku serius. Aku udah sadari kesalahanku dan aku ingin berteman terus bersahabat.
“alach, sudah ndk usah basa – basi. Aku ndk percaya! Jawabku dengan tegas.
“pleace Uchenk, ini kan bulan puasa dan seharusnya kita bermaaf – maafan. Aku janji tidak akan mengulanginya lagi, asalkan kamu mau maafin aku.!
Tutur kata yang dia kirim membuatku terdiam dan berhenti membalas smsnya meski dia sering miscol. Saya berpikiran juga akan memaafkannya, tapi berat dan hati ragu memaafkannya. Dalam hati saya, ada saatnya aku maafkan dia ketika aku mulai yakin dan mungkin saat – saat ini belum bisa.
Tetapi lebih angkuhnya, dia selalu mau menelpon tetapi saya tidak pernah meresponnya. Tak ingin berbicara dengannya.
“Pleace, angkat dulu say..aku mau bicara sama kamu” Sms yang dia kirim!
“jangan panggil aku Say, aku bukan pacarmu n maaf aku tidak mau bicara denganmu, okey?? Kamu masih ingat waktu aku minta maaf saat dicos aku memukul kamu karena kelakuan kamu yang sangat menyakiti hatiku. Kamu mengatakan “kamu jangan didepanku, aku tidak mau melihatmu dan aku tidak mau berbicara denganmu”.. ingat itu kata – kata, aku juga tak ingin mendengar suaramu. Jangan hungungi aku lagi...Okey?? balasku yang begitu tegas!
“UchenK, pleaceee....! sms dari dia.
Saya tidak pernah lagi balas smsnya dan tidak pernah mengangkat telponya, meski  setiap hari masuk smsnya dan telponnya. Begitupun ketika saya pergi ke kebun, tak henti –hentinya dia miscol.
Aku berpikir, entah bagaimana supaya dia berhenti menghubungiku. Terkadang terpikir untuk ganti nomor, tapi sulit karena hanya nomor itu yang aku punya, yang banyak tahu teman – teman saya dan bahkan orang tuaku, saudara – sudaraku, beserta keluar besarku.
Dipertengahan bulan ramadhan, teringat waktu malam tiba aku berada di rumah nenek bersama sepupu – sepupu aku. Biasanya kami nonton bareng jikala sholat tarwih, biasanya sambil bercanda – bercanda. Namun itu, ketika aku bercerita bersama sepupu, saat itu mantan aku nelpon lagi dan aku merasa entah apa lagi yang aku katakan supaya dia tidak lagi menghubungiku. Pas itu, dalam pikirku kerjain dia. aku kasih sepupu aku untuk berbicara dengannya tuk berpura – pura sebagai tunanganku, namun dia tidak percaya apa yang dikatakan sepupu aku.

***************************
Sudah sebulan lamanya menjalankan ibadah puasa, menahan haus dan lapar dan kini tiba saatnya hari yang dinanti - nanti, hari yang penuh mubarakah, hari yang suci di hari raya idul fitri.
Seperti biasanya di dalam keluargaku, ketika selesai sholah Ied kita berkumpul di rumah nenek dan saling bermaafan.
Dan saat itu, banyak sms ucapan selamat hari raya idul fitri dengan kata – kata terindah yang masuk di ombox Hp_ku. Tapi tak lama kemudian sms rosma juga masuk di ombox_ku dan aku terpikir untuk memaafkannya karena sudah sekian lama dia mau meminta maaf dan seharusnya aku memaafkannya, aku juga merasa bersalah dan merasa berdosa bila tak memaafkannya.
“Selamat hari raya idul fitri, mohon maaf lahir dan batin. Uchenk, maafin aku ya atas dosa2ku. Rosma dan keluarga”
Itulah sms yang dikirim Ros, dan aku mebalasnya dengan sepenuh hati.
“Ia, aku maafin kamu. Aku juga merasa berdosa bila tidak memaafkan orang yang sekian lama meminta maaf. Asal kamu jangan ulangi lagi..Okey? ( balasan sms yang aku kirim)
“ia Uchenk, aku janji. Tapi kamu masih mau jadi teman aku kan?
“ia,.!! (jawabku yang secara singkat)
Hari itu, suasana makin indah dan bahagia. Banyak keluar dan teman yang datang di rumahku bersilaturahmi. Sepeerti biasanya cerita dan makan bersama.
Aku dan rosma pun sering telponan lagi dan sms_san, canda dan tawa mulai hadir lagi di antara kami, saling menggobal dan terkadang mengungkit masa lalu saat masih pacaran, kenangan terindah yang tak terlupakan segalanya telah di ungkapkan. Rindu semakin terslimuti benak jiwa raga ini.
Terkadang juga hati penasaran sudah seperti apa Rosma sekarang karena sudah sekian lama tak berjumpa dengannya, itulah suara hatiku. Dan juga Rosma sering mengatakan seperti itu kepadaku.
Kami berdua membuat perjanjian untuk ketemuan nantinya di makassar, meski sekarang jarak aku dan dia tidak memungkinkan Enrekang dan Makassar.
“Uchenk, kalau kamu nanti ke makassar? Ole2 apa yang kamu bawakan? (sms rosma)
“apa bagus? (jawabku sambil tersenyum?
“bawakkan aku buah salak ya? (tanyanya)
“insya allah..
Tapi nanti kalau aku udah di makasaar, kamu mau ketemua aku kan? (tanyaku yang ingin meyakinkannya)
“ia, pasti aku ketemu karena aku juga kangen bangetzz”
“Gombal kamu Ros.....
J J J wkwkwkw ( simbol kalau tia tertawa membaca pesanku)
“Ech, udah paeng dulu nach..ada mau aku kerja!! (tanyaku).
“ia sayang...! jawabnya.
            Waktu itu, meski tidak membalas pesannya tapi aku membacanya. Aku kaget dan tersandung dengan ucapan “sayang”, aku terpikir mungkin dia mulai membuka hatinya lagi dan jatuh cinta.
Aku merasa, ada yang aneh sejak sekian lama akrab dengannya. Dan aku merasakan itu karena aku juga mulai jatuh cinta lagi.
Satu minggu menjelang selesainya hari raya idul fitri, dengann seizin ibu dan ayah aku memutuskan untuk balik ke makassar. Aku berangkat ketika malam tiba selesai magrib, sore hari ku berkemas semua baju yang  akan ku bawa, sedangkan ibu mempersiapkan apa yang akan aku bawa.
Seperti perjanjian aku dengan Rosma, ole – ole salak tapi itu tidak ada. Aku hanya membewakan Tape, yang terbuat dari beras ketan yang di campur  juga pemanis. Tape juga salah satu makanan favorit yang khas di kampungku ketika hari raya idul fitri.
Seperti biasanya sebelum aku berangkat, aku sholat. Setelah selesai sholat ayah dan Ibu selalu memberi nasehat. “Jika kamu di makassar nanti kamu hati – hati dan jaga baik – baik uangmu, jangan suka pemboros, pergunakan uangmu dengan sebaik mungkin dan jangan lupa rajin sholat”.
Setelah beberapa menit kemudian, mobil panter datang menjemputku dan segera berangkat. Sebelum aku naik mobil, aku pamit dan salaman dengan kedua orang tuaku dan juga saudara – saudaraku yang saat itu ada dirumah dan juga keponakan.
Dengan hati sedih kerena berpisah dengan orang tua, tapi aku yakin perjalanan ini selalu dalam doa kedua orang tua.
Laju mobil pun meninggalkan rumah yang begitu sempurna bagiku, meski keadaan kembali dalam sunyi - senyap rumah tanpaku.
Dalam perjalanan, ku hanya berteman HP. Ku ambil Handseth kudengar  lagu dan terus kirimkan pesan ke Rosma sebagai tanda kalau aku balik ke makassar. “Ros, doain yach agar perjalananku ke makassar sampe dengan tujuan”. Meski tidak ada balasan dari Rosma tapi aku yakin Rosma membacanya.
Hati senang, riang dan gembira kerena sebentar lagi ketemu dengan orang yang  aku sayang yang sekian lama tak berjumpa meski hanya sebuah harapan.
Di dalam mobil, bukan cuma aku yang dalam perjalanan ke kota makasaar tapi banyak penumpang. Ku coba tuk saaling bercerita dan akrab sampai tujuan.
Rasa pegal di tubuh ini karena duduk terus, biarpun tidur selalu posisi duduk dan bahkan sempit karena terlalalu banyak penumpang, tidur cuma sedikit, itulah yang membuat kita lelah bila dalam perjalanan jauh.
Setelah dalam perjalan sekitar jam 12 dini  hari, mobil berhenti di sebuah warung makan untuk istirahat. Semua penumpang yang tidur di kasih bangun untuk makan, sebagian penumpang tidak makan begitupun aku. Aku cuman keluar dari mobil pergi  ke WC cuci muka, beli cemilan dan air aqua. Setelah itu, duduk sambil nunggu sopir yang sedang makan.
Beberapa menit kemudian, kami pun naik mobil dan pergi memulai perjalanan ke makassar yang begitu melelahkan.  Aku selalu dalam posisi duduk, pojok job belakang. Sambil dengarkan musik yang di putar sopir, sampai aku tertidur lagi.
Sekitar jam 3, mobil baru sampai di makassar. Satu per satu penumpang di antar ke rumahnya masing – masing. Seperti biasa aku selalu yang terakhir karena rumahku yang paling jauh.
Kini saatnya aku yang di antar, hati makin lega  karena sepanjang jalan kita duduk terus dan bahkan tidur duduk pun. Sekarang aku bisa tidur dengan sepuasnya, ketika aku sampai di rumah, tak ada bising suara mobil dan  tempat yang luas.
Mobil berhenti depan rumah, hmmmm akhirnya aku sampai juga. Ku buka pintu mobil dan keluar dengan riang sambil membereskan barang yang aku bawa dan membayar sewa mobil kepada sopir. Sewa mobil dari kampungku Rp. 60. 000,-/ orang.
Laju mobil meninggalkanku, akupun masuk dan mebawa barang satu per satu ke dalam kamar. Setelah selesai akupun langsung tertidur pulas tanpa hambatan dan suara bising mobil.

            ***********************************
Perpindahan suhu dan beda cuaca, dingin menjadi panas. Gerah yang aku rasakan, panasnya mentari pagi yang cerah awal aku di makasssar. Suasana kamar yang begitu tak karuan, debu – debu yang sekian lama menempel di sisi semak kamar dan peralatan – peralatan lainnya yang ada di kamar.
Seperti biasa, dalam seharian ku luangkan waktu di rumah membersihkan. Mencuci dan merapikan kembali barang – barang, tak luput juga barang yang aku bawa dari kampung.
Sapaan – sapaann dari teman – teman cosku, bahwa aku sudah tiba di makassar. Ku bagikan padanya  ole – ole yang ku bawa dan biasa juga kami di rumah bikin acara.
“Ech, adamki di makasaar. Kapan datangnya? Tanyanya teman cos ke aku!
“Tadi subuh, jawabku!
“pasti ada ole dari Enrekang... (ungkapnya)
“hehehe... pastinya!
“asikkk....
Ketika selesai membersihkan, aku bergegas tuk mandi dan makan siang. Posisi kamar kembali dalam keadaan damai, bersih, dan rapi membuat tenang dalam keseharianku.
Seiring ku ingin istirahat, ku  sempatkan untuk sms Ros bahawa aku sudah ada di makassar. Aku sungguh ingin bertemu dengan dia, kehadirannya sangat aku harapkan.
“Ros, kamu lagi dimana? Kamu kesini dong? Aku udah ada di makassar! Sms yang aku kirim.
Beberapa menit tak ada balasan dari dia, tapi aku selalu berharap dia membalasnya. Dalam hatiku mungkin dia tidak punya pulsa, ya aku bersabar saja mudah – mudahan dia membaca sms_ku mesti tidak di balas. Ku sempatkan untuk tidur sambil menungu balasan dari dia.
Mentari sore yang cerah dan begitu hangat membuat rasa gerah membangunkanku dari tudurku, jiwa yang lemah, raut wajah yang nampak kusam ketika terbangun dari tidur.
Sebelum terbangun dari tempat tidur yang empuk, kencari handpone_ku dan kuperiksa, apakah ada sms dari Rosma. 5 panggilan tak terjawab dari Ros dan 2 sms dari dia, ku buka dan ku membacanya.
Hati terasa kaget dan kecewa ketika melihat isi sms dari rosma membuatku tidak bersemangat untuk bangun dari tidurku. Entah angin apa, entah aku mimpi apa di sore hari hari yang mumbuat semua jadi membungkam dan terlena.
“Maaf say, Aku di luar derah ini. Aku tidak ada di makassar! (balasnya dari Ros)
“Mang kamu dimana?? Tanyaku.
“Aku di Jepot (Jeneponto), maaf yach?
“what.. Jepot! Astagaaa..
  Kenapa sich? Aku sudah kasih tahu sebelumnya   kalau aku mau ke makassar, trzz kw malah ke jepot. Udah sia2 aku membawakan ole2 untuk kamu, baru kamu malah ke jepot. Ndk mneghargai bnget sich kamu?

“Maaf, ada acara keluarga. Ungkapnya!

“benarrr?

“ia say. Jawabnya yang begitu singkat

“jadi bagaimana ini ole2 buatmu, aku kasi aja temanku? Tanyaku

“ia, daripada kau simpankan teruz  nanti rusak..!

“okey..!

“kapan kamu balik ke makassar soalnya aku kangen banget ma kamu, aku ingin bertemu dengan kamu? Unkapku

“nanti saya smsji kalau aku balik ke makassar.

“oke paeng, aku tunggu Qt.

            Daripada aku terbaring lesu di tempat tidur, mending aku mandi, agar segar  dan tenang. Sambil ngumpul sama teman – teman dan membagikan lagi ole – ole padanya. Dan bahkan saya sms sahabat aku itu yusran dan Sahar untuk ku bagikan padanya ole – ole dari kampungku.

            Yusran dan Sahar adalah sahabat sejati aku yang selalu menemaniku,  dialah yang terbaik yang pernah aku kenal. Kami 3 sahabat yang tak pernah bisa pisah, kata teman – teman kelasku di Kampus, kalian ini betul – betul sahabat sejati. Kalau datang di kampus, bila Uchenk datang duluan pasti di belakang – belakang yang datang pasti Usran atau Sahar, begitupun sebaliknya kalau Sahar dan Usran datang duluan.
            Kami  bertiga berbeda daerah, Sahar  dari jeneponto. Sedangkan Usran dari Sinjai. Persahabatan kami selalu akur, bila ada kesalahan saling mengingatkan, saling berbagi, dan saling menerima apa adanya itulah sahabat sejati.
           
            Namun di sore itu hanya Sahar yang datang, sedangkan Usran berada di kampung halamannya. Jadi hanya Sahar yang aku kasih ole – ole. Dia datang di kos_ku dan ingin mengajakku keluar untuk nongkrong di tempat yang sering di tempati mangkal yaitu tepat di samping kampus kami (Unismuh) Foto Copi Alif, disana ada pacar sahar yang kerja dan teman  - temannya.

            Uchenk, keluar yu nongkrong di tempat biasa? Tanyanya.

Hmmm... ayo. Aku juga kangen sama teman – teman yang lain.

Mandimko dulu. ungkap sahar!

Ia, ech..bawakan juga Sari itu salak dan teman disana!

Yapp, okey...

Saat langkah kakiku keluar dari kamar yang hendak pergi mandi, HPq berbunyi. Aku kembali lagi masuk ingin mengangkatnya, namun Sahar yang duluan mengangkatnya. Aku berusaha ingin meyakinkan mengambil alih telponnya, namun tetap saja Sahar berbicara.
“Ya sudahlah, kamu bicara saja dulu aku mau mandi.”

Dari kamar mandi, aku mendengar pembicaraan Sahar dan ros. Karena kamarku tepat dibawahnya kamar mandi, jadi aku bisa mendengar dengan jelas. Mereka saling bercanda, tertawa entah apa yang dia cerita. Yang membuatku khawatir disaat mereka saling tukar nomor HP, aku takut bila nantinya ada yang jatuh cinta di antara mereka karena aku tahu sifat Ros. Apalagi sobatku yang satu ini play boy, yang setahuku banyak pacarnya.

Ku terburu – buru tuk mandi, tak heran sesampai di kamar ada rasa keraguan dan aku tidak banyak bertanya apa – apa terhadap teman, aku hanya diam membiarkan.  Aku hanya ingin tahu sesampai mana pertemanan dia, ku biarkan saja mereka meski hati cemburu.

Segar, berseri dan rapi disore yang begitu cerah,  bergegaslah kami keluar menuju tempat yang seperti biasa berkumpul, yaitu tepat disamping kampus kami poto copi, disitu ada ada pacar sahar yang kerja, namanya Sari.. Disitulah juga tempat nongkrong kami ketika sepulang kuliah ataupun istirahat. Biasanya kami menghabiskan waktu berkumpul di poto copian cerita – cerita, tertawa bareng bahkan biasa kami liat – liatin cewek yang lewat.

Sesampai disana teman – teman langsung menyapa, banyak hal yang berubah yang saya liat karena ada satu karyawan baru yang begitu mempesona, cantik menawan yang membuat aku jatuh cinta, Meski masih berharap terhadap Rosma.

Ku coba tuk saling kenal dan tukar nomor HP, namanya Isra, dia satu kampung  dengan pacarnya sahar yaitu Jeneponto. Tiap hari aku kesitu tuk berjumpa dengan isra. Dialah pujaan hatiku yang selalu aku ku cinta dalam hati, sungguh sulit tuk mengungkapkannya, perasaan yang haynya terpendam.

Namun disisi lain ada cowok yang pedekate dengan dia, namanya Boby. tapi aku tidak peduli. Yang namanya persaingan harus bersemangat dan punya strategi tersendiri. Tapi aku sadar mungkin aku kalah nantinya karena Boby mempunyai kelebihan dan memiliki kendaraan roda bermotor, sedangkan aku tidak ada apa – apa. Yach, aku hanya  selalu mempercayakan dan berharap akulah yang beruntung.

Namun tak ku sungka Rosma pun dan Sahar  makin akrab, mereka sering telponan. Satu hal yang dikatakan sahar ke aku, “cape ditelpon terus dengan dia, bosan. Jadi aku kasih kenal Salam”. Apa?? Sanggahan yang terucap dari bibirku!
Aii, cemburu ya... ungkap sahar!
Ia, aku memang cemburu karena aku ma rosma sama berharap ingin balikan.
           
            Salam ini, sala satu teman saya dan juga teman Sahar. Aku tahu sekali orang kayak salam, dia suka sekali gombal cewek dan dia play boi. Aku khawatir saja terjadi lagi kisah yang seperti dulu, berpacaran dengan sahabat saya, bahkan harapan masih ada.

            Sahar selalu memberitahu kalau Salam sama Rosma, sering telponan dan membuat perjanjian tuk ketemuan. Rosma pun lupa segalanya tentang saya yang masih berharap.

            Adapun teman saya yang namanya Hadi, satu rumah dengan Sahar  dan Salam. Dia sering sms saya kalau Salam dan Rosma sudah jadian, bahkan Rosma sering kerumahnya.

            Hati makin hancur, ketika mengatahui hal itu. Harapan yang kumiliki sudah tidak ada lagi. Orang  yang sangat aku cintai telah mencampakkan dan pergi dengan sahabat aku sendiri.

            Terkadang aku hanya terbelenggu lesu, dalam diam yang sangat merana. Sahabat saya pun selalu menemaniku dan memberiku semangat. Usran, selalu menemaniku. Dialah yang selalu mengantarku kesana – kesini bila aku sepulang kerumah ataupun ke kampus.

            Usran selalu memberiku saran, “Janagnlah kamu terlalu berharap sama Rosma, sudah jelas – jelas kamu sudah tahu jeleknya, kenapa kamu masih berharap. Kan masih ada Isra!! Itulah ungkapan sahabat saya yang paling baik.
Tapi, aku ngk suka dikasi begini. Dia kasi saya harapan ech malah jalan ma sahabat aku.

            Sahar serba salah karena dari dia Rosma dan Salam pacaran. Dia begitu minta maaf ke aku. Aku terima saja apa yang terjadi, sebagai sahabat aku maafin sahar.

            Sesudah selesai jam kuliah, berjalan kaki dengan usran menuju poto copian. Bunyi nada dering HP_ku terdengar dari salah satu saku kantong celana, ternyata Rosma yang nelpon. Mungkin dia tidak tahu kalau aku sudah tahu kalau dia pacaran dengan salam.

            Haloo, dengan Uchenk yach?? Tanyanya.

            Ia, dengan saya sendiri. Ada apa, ko baru ada kabar?

            Maaf, aku sibuk..

            Sibuk apa?? Tanyaku, namun dalam hatiku sibuk pacaran dengan Salam.

            Selamat nach, karena udah nyakitin lagi.

            Nyakitin bagaiman? Tanyanya rosma

            Qt pikir aku ngk tahu, yang kita jalani sekarang dengan teman saya sendiri.

            Teman, siapa maksud kamu??

            Salam, aku sangat kecewa ma kita ...!!

            Apa, dia teman kita jga.

            Ialah, teman sahar itu, teman aku juga. Memang yach, qt ndk pernah berubah dari dulu sampe sekarang. Memberi harapan, tapi ketika sudah kenal teman saya, semua sudah dilupa, apa sich mwnya qt?? Sudah ka Awal, Salam lagi....

Rosma langsung tutup telponnya, dia tidak tahan dengar ocehan saya yang begitu kecewa.dia tidak peduli lagi sama aku, begitu banyak sms penyesalan yang aku kirim ke Rosma, tapi tak satupun dia membalas smsku.

Usran pun selalu ngikutin saya memberikan arahan  dan masukan – masukan ketika aku menyendiri,
“janagnlah khawatir Bro, jangan terlau masukin hati. Lupakanmi dia, ndk usahmi berharap sama dia lagi. Mending cari yang lain, masih banyak cewek selain dia. Tu, Isra di foto Copian. Dia juga punya perasaan sama kamu kalau aku liat – liat.

Tahulah bro, aku bingung sekali, barusan ada cewek yang begitu bikin sakit sekali, baiklah. Aku kan coba lupakan dia, aku yakin dia akan menyesal nantinya karena aku tahu salam dia punya banyak pacar. Terima kasih yach bro, kerna selalu ada buatku?

Itulah sahabat bro, harus saling mengingatkan.

Ech, ke copian yu.. lama ngk liat Isra. Ungkapku

Ayomi.. ucap usran

Sesampai disana, bukan berita bahagia yang aku dapat. Namun hati makin hancur dan cemburu, karena Isra dan Boby makin akrab, telihat sudah jadian atau pacaran. Usran langsung, memgantarku keluar hanya singga sebentar dan langsung pergi. Ungkap usran, saya sengaja karena kau sudah terlihat kecewa melihat dia berdua – duaan. Ya seperti itulah yang aku rasakan ketika melihat Isra dan Boby duduk berdua.

Ternya sobatku ini sudah membaca pikiranku, cukup cerdas juga. Apa yang terasa di pikirku bisa dia rasakan. Pershabatan saya memang sudah cukup lama, dari awal semerter 3. Itulah dia bisa tahu tentang saya, saya pun juga tahu tentang dia. Sebagai sahabat kita harus saling tahu diri sendiri.

Disamping itu, hubungan rosma dan salam semakin akur dan bahkan persahabatan antara aku, sahar, salam makin renggang. Bahkan sahar pernah hampir dipukuli oleh salam gara - gara aku yang sms Rosma lewat nomor sahar, padahal sahar dan salam satu rumah.

Waktu itu, aku, Sahar dan usran sedang asik duduk di kanting kampus sambil minum kopi hangat. HP Sahar berdering, ternyata rosma yang sms. Saat itu akulah yang membalasnya dan bertanya – tanya kepadanya. Mungkin inilah caranya aku bisa tahu kenapa rosma memperlakukan antara aku dan sahabat – sahabatku. Aku ulas semua perntanyaanku dari masa lalu mulai dari Ka Awal sampai salam. Agar semuanya jelas, apa benar ada sistem pemamfaatan. Tapi aku yakin aku tetap jadi pelampiasan semata.

“Hy, gmna kbarnya?? Sms Rosma.

“hy juga.. baik aja.. kl kamu??

“alahamdulillah baik ko..
  Kamu lagi dmna?? Tanyanya.

“Lagi di kampus, kl kamu??

“di rumah aja.. ungkap rosma.

“ech, aku mau nanya. Tapi maaf kl aku ungkap masa lalumu bersama Uchenk dan kak awal. Ndk papa kan?? Karena Uchenk sring curhat sama aku.

“Ndk papa, silahkan saja..

“sebnarnya kamu sama uchenk ada hubungan apa? Knapa uchenk masih berharap sama kamu.

“begini, memang saya sama uchenk pernah pacaran tapi sudah putus, dan jujur saya kasi harapan balikan.

“tapi kenapa kau pacaran sama sama salam kau berharap juga sama uchenk.

“itu juga salahku, karena kasih harapan uchenk. Ternyata tidak seperti yang ku inginkan aku temani.

“Trz kau sama kak awal dulu bagaimna??

“owh, itu. Kak awal aku cuma mamfaatkan karena aku sementara penyelesaian Skripsi.

“trz kl Uchenk, bagaiman??
“Uchenk Cuma pelampiasan saja, dan sekarang yang betul – betul aku sayang itu Salam.

“owh,..
Udah paeng dulu karena ada mau ku kerja..

“yapp...

Mungkin saat itu, yang kurasakan sakit sekali kerana mengetahui semuanya dari rosma. Tanpa sepengetahuan dia kalau akulah yang membelas smsnya bukan sahar. Aku sudah tak tahan atas semuanya.

Itulah sebabnya salam pernah ingin memukuli sahar kerana smsku ke rosma dengan memakai nomor sahar. Betul – betul Rosma, lupa segala hal tentang diriku ketika mengenal teman atau sahabat saya.

Ya aku pasrahkan saja, hubungan salam sama rosma. Aku sich tidak terlalu berharap dia bahagia, namun dalam hatiku, semoga dia mendapan imbalan yang telah dia lakukan terhadapku yang hanya sebagai pelampiasan saja. Karena aku tahu sifat salam, kalau salam punya banyak pacar.  Dia sadari sendiri nantinya ketika dia disakiti sama salam, dia salah orang kalau mau pacaran dengan salam.

Saat itu, aku mulailah berpikir untuk berjalan sendiri tanpa kekasih, bagiku tak akan ada lagi kesempatan buat rosma, dialah masa laluku, dialah mantanku yang paling terkesan, mencoba lupakan dia.

Setelah seminggu kemudian, aku dengar kabar dari sahar kalau dia sudah putus. Ya alhamdulilla, dalam hatiku baguslah agar tidak ada yang miliki diantara aku dan sahabat – sahabatku, karena dialah membuat hancur pershabatan, mulai dari aku an masril, kak awal dan salam. Tapi kini mulai lagi mebuka lembaran baru, aku dan sahabat – sahabatku melai akrab lagi. Sahabat itu lebih penting, sahabat yang ada disaat kita punya masalah, sahabatlah yang bisa mengerti.

Canda tawa mulai lagi terbingkai antara kami, persahabatan memanglah indah. Persahabatanlah segalanya. Tapi aku tidak peduli yang pernah ternyadi terhadapku, bagiku bekal untukku, sebagai pelajaran dari masa laluku. Cinta sejati tetap aku harus gapai.

Berselang 2 bulan kemudian, Rosma kembali mengetuk pintu hatiku tuk minta maaf. Tapi aku tidak peduli lagi, aku sudah sadar atas apa yang dia lakukan selama ini. Dia bukan cinta sejatiku, dia hanya, pembawa kesesatan bagi sahabat – sahabatku. Meskipun dia pernah bilang kalau dia mau kasih kenal aku sama orang tuanya tapi aku sudah tidak mau lagi, itu katanya kalau bukti dia serius.

Aku sudah tidak peduli lagi, dan satu cara agar dia tidak hubungiku lagi “aku ganti nomorku”. Ya begitulah akhir ceritaku, tak ada lagi yang menggangguku dengan kebisingan – kebisingan dari dia.

Semoga perjalananku kali ini, masih ada yang terbaik yang singga dalam hatiku. Cinta dan sahabat boleh saja, sahabat jadi cinta bagus juga, tapi cinta jadi sahabat oh tidak bisa. jadikan cinta itu masa lalu kalau sudah putus, putus ya pututs saja, tidak ada kata balikan.

Aku yakin cinta akan datang dengan sendirinya, tapi aku tetap berusaha juga mencarinya tuk nikmati masa mudaku dan berdoa kepada sang pencifta, dialah yang maha benar dan maha mengetahui.

                          ########## Tamat###########

1 komentar:

  1. Saya ingin berbagi kesaksian saya dan kebahagiaan dengan Anda semua di situs ini, tahun lalu suami saya meninggalkan saya untuk wanita lain di tempat kerja dan ia meninggalkan saya dan saya 2kids, semuanya adalah begitu sulit bagi saya karena saya mencintai-Nya yang begitu banyak, jadi saya melihat kesaksian besar Mutaba ia telah membantu wanita di sana suami kembali jadi saya menghubungi kepadanya dan dia membantu saya untuk melemparkan mantra kembali untuk saya suami dan dalam 2 hari suami saya meninggalkan wanita lain dan dia datang kembali untuk saya dengan begitu banyak cinta dan kepedulian. Aku tidak akan pernah melupakan ini bantuan yang besar Mutaba memberikan kepada saya dan saya children.if Anda di sini Anda perlu membantu untuk mendapatkan kembali kekasih Anda bisa menghubungi dia melalui email ini greatmutaba@yahoo.com saya bangga berada di kesaksiannya

    BalasHapus