Antara Aku
Mantanku Dan Sahabatku
OLEH:
Muh.
Husain Achmad, S.Pd.
@2013
Hari demi hari setelah kisah cinta berakhir 2 tahun yang
berlalu “putus cinta” karena terjadi kisah cinta segi tiga antara aku,
sahabatku dan kekasihku. Mulailah kujalani hidup tanpa kekasih meski hati masih
terbayang luka yang telah tergores. Ku sendiri dan hanya kerlip bintang dan
rembulan yang menemai disaat malam menjemput, meski terkadang kelam di balik
mendungnya langit hingga hujan pun turun dan dingin menyelimuti tubuh ini,
seakan merindukan sang kekasih yang biasanya menyelimutiku dengan hangatnya
belaian kasihnya.
Teringat
disaat malangnya nasibku, di khianati oleh sang kekasih hati. Sakit begitu
sakit yang aku rasakan, seakan hati ini hancur berkeping – keping dan tak bisa
menerima kenyataan pahit yang terpendam dalam benak jiwa ini. Tak pernah
kusadari bila orang yang aku sayangi telah menjalani hubungan bersama sahabatku
sendiri. Kini kusendiri lagi, sahabat pergi cinta pergi. Semuanya telah pergi
tanpa jejak.
Awalnya aku
putus hanya karena ada yang dia tidak suka dari saya yaitu kekuranganku yang
tak bisa mengandarai motor. Memang saya akui, tidak bisa itu aku hanya bisa
mengandaldalka ketulusan mencintai yang aku miliki. Hanya ada satu alasan
kenapa aku tidak mau belajar mengandarai motor, itu karena aku mau mengetahui
ketulusan dan menerima aku apa adannya. Karena aku tahu jaman sekarang
perempuan hanya menyukai lelaki yang memiliki kendaraan, dan aku juga merasa
trauma atas kejadian yang pernah aku alami.
Aku pernah juga belajar naik motor,
sejak SMA kakak aku mengajarkan dengan motor Fiz R_nya. Ya alhamdulillah aku
bisa sedikit tapi cuma sehari saja, selanjutnya tidak lagi. Tetapi sejak aku masuk di perkuliahan, aku juga
pernah di ajar oleh saudara sepupu. Ketika itu, dia mengajak saya keluar
berkunjung dirumah temannya. Namun cuma sebentar, sepulang dia mengajak aku
untuk belajar mengendarai motor. Aku memang ragu saat itu, tetapi aku berpikir
tidak apalah dicoba.
“Uchenk, belajar mengandarai motor!
Ucap dia
“Apa? belajar motor!
“Ia, ayolah? Mumpung sepi jalanan.
“Okey, tak apa dicoba. Sini saya
bonceng kau. Tutur aku yang begitu semangat.
Brrrrrmm..brrrrmm..brmmm (bunyi motor yang aku kendarai),
saat itu lancar – lancar saja aku kendarai. Saudara sepupuku selalu memberikan
arahan.
“masukkan
gigi 2, masukkan gig 3, masukkan gigi 4” tutur dia.
Yang dia katakan aku lakukan, namun
naas ketika sampai ditikungan aku berpapasan dengan mobil besar pengankut
pasir, dan saat itu terjadilah kecelakaan, motor tertabrak pangar rumah dan
jatuh dalam selokan yang dalam. Tangan saya berdarah kepala saya terbentur,
sedangkan sepupuku terjatuh dalam selokan. Warga sekitar situ pun bergeletar
menyaksikan kejadian itu dan membantu kami.
Disitulah aku mulai trauma belajar mengendarai
motor, aku tidak mau lagi. Meskipun
sepupu selalu mengajak aku lagi, dan juga sahabatku yang ada di kampus yang
selalu mengajak untuk belajar mengandarai motor, namun aku tak bisa. Dalam
hatiku ada saatnya aku belajar, tapi kalau saat – saat ini belum.
Itulah kekurangan aku yang tak bisa
diterima kekasihku, makanya dia memutuskan hubungan dengan aku. Tapi aku juga
sadari kalau dia selalu bohongi aku dan tidak serius denganku, buktinya selama
jalan 5 bulan ternyata dia masih jalan sama pacarnya. Ada satu hal yang tak
bisa aku lupa dari dia ketika menangisi kesalahannya dihapanku. Waktu itu, dia
dikhianati sama pacarnya dan dia datang terhadapku meminta maaf.
“kring kring kring kring” nada dering
Handpone_ku berbunyi.
“sayang, kamu lagi dimana? Apa kamu ada
di kosmu? Ada yang mau aku cerita sama kamu. Tanya dia lewat sms.
“ia, aku ada dirumah. Kesini aja,
kebetulan aku kangen bangetz sama kamu. Jawabku!
“ia, tunggu aku disitu! Tuturnya.
“Ie sayangku, pastinya..! jawab aku
dengan mesra.
Setelah 7 sampai 10 menit aku menunggu
dia, ada ketukan pintu kamarku. Aku yakin pasti dia dan aku langsung
membukanya. Ketika didalam kamar, dia langsung merangkulku dan memelukku sambil
menagsi tersedu –sedu, saat itu aku menbalas pelukannya yang begitu hangat akan
belaian kasihnya sambil bertanya – tanya kepadanya.
“Ada masalah apa, ko kamu nangis?
Tanyaku sambil menghapus air matanya dengan lembut!
“tapi kamu janji jangan marah yach??
Ulasnya.
“ie, aku janji tidak akan marah!
Ungkapku
“Maafin aku nach? selama ini aku
bohong! Maaf..
“Bohong kenapa? Tanyaku
“Jujur, selama ini aku masih jalan sama
pacarku yang pernah aku ceritakan kalau aku sudah putus. Itu semua aku bohong,
tapi sekarang aku sama dia udah putus betulan. Maafin aku!
“astagfirullah, kenapa begitu tega
bohongi aku? Aku sangat sayang sama kamu, aku percaya sama kamu. Trzz kamu
balas dengan kebohongan.
“Okey, saya akui salah. Tapi aku mohon
maafin aku, aku janji tidak akan ulangi lagi.
“Okey, aku maafin kamu. Tapi kamu janji
yach jangan ulangi lagi?
“ie. Jawabnya yang begitu singkat dan
sampil mencium keningku, akupun membelas ciumannya dan mengatakan “Aku tak
ingin kehilangan kamu, hanya kamu harapanku”.
“aku juga say!!
Saat itu, sedu sendu bercampur kebahagian
yang aku rasakan bisa bersama dia. Kedamaian akan terasa begitu indahnya, cinta
yang aku miliki sesempurna aku mencintainya. Ketulusan itulah kelebihan aku.
Kesetiaan merupakan sifat yang paling
suci dihati manusia, kesetianku mencintai seakan membuatku rebah akan sakit
hati. Luka hati mungkin semakin membuahi seluruh benak jiwa ini, namun hal itu
tidak membuatku jenuh. Kesetiaan akan selalu aku tegarkan dan aku yakin suatu
saat akan indah pada waktunya.
Setelah sekian lama saya jalan sama
dia, entah kenapa dia berubah lagi. Malah dia meminta untuk putus, aku bingung
terhadap apa yang dia mau. Padahal kalau saya pikir tidak ada masalah, tapi
dalam hati saya ada satu hal yang terjadi terhadapnya. Bahkan dia menghilang
tanpa jejak. Dia tidak pernah menghubunigku lagi, aku sms tidak dia balas, aku
telpon dia tidak di angkat. Hati ini makin ragu, kecewa dan bertanya – tanya.
Dalam hatiku, mungkin dia terasa jenuh akan yang aku tidak miliki.
Okelah, aku membiarkan apa maunya. Aku sudah anggap masa
lalu dan bukan harapanku lagi. Aku siap terima ini dengan sepenuhnya, meski
sakit hati ini.
********************************
Petengahan semeter 5, aku mulai lagi
mengenal cinta tetapi cuma melaui HP aku menjalani pacaran jarak jauh meski
terkadang teringat kejadian pahit yang aku lalui. telponan dan sms_san hanya
itu yang bisa aku jalani, meski jauh dari mata tetapi tetap dihati.
Jikala ku sendiri, aku hanya berteman
gitar seiring kumenulis lagu dan ku tuangkan semua pengalaman yang pernah aku
lalui. Itulah hobiku, main gitar dan nulis lagu.
Seiring berjalannya hubungan aku yang
hanya lewat HP, Rosma pun kembali di kehidupanku, dia memintaku untuk kembali
lagi. Tapi bersi keras aku tidak ingin kembali lagi, karena dia khianati
cintaku.
Rosma selalu hubungi aku, telpon, sms
tapi aku tidak pernah menghiraukannya, aku begitu kecewa sama dia. Beribu kata
maaf yang dia kirim lewat sms.
Bahakan dia punya sepupu yang juga
kuliah di Unismuh jurusan Sosiologi, dari situ memperantarakan minta maafnya ke
aku. Dia kasi nomor HP_ku dan dia hubungi saya.
Ketika itu aku berada dikampus, nada dering
Handponeku berbunyi, terlihat satu nomor baru. Aku penasaran siapa dia dan saat
itu aku mengankatnya.
“Halo. Siapa nich? Tanyaku
“Bisa bicara dengan Uchenk!
“Ia, dengan saya sendiri. Kamu dengan
siapa?? Jawabku, dalam hati aku ternyata cowo. Aku kira cewe.
“Kamu lagi dimana ini? Aku ngk ganggu
kan?
“Ndak ganggu ko dan Aku lagi di kampus,
emang kenapa? Ungkapku.
“Owh, kamu kuliah dimana?
“Di Unismuh, kalau kamu?? Tanyaku
“Aku juga di Unismuh kuliah jurusan
Sosiologi, kamu jurusan apa?
“Bahasa Indonesia, ech langsung aja
tech pzti ada sesuatu yang kamu mau bicarakan, ia kan? Tanyaku yang tak sabar
ingin mendengar dan mengetahuinhya.
“owh, santai aja bos. Okey, begini aku
punya sepupu mungkin kamu kenal dia. Dia banyak cerita tentang kamu, dan dia yang
kasi nomormu ke aku agar bisa cerita – cerita sama kamu tentang masalahnya dan
ada lagi supaya kita ketemuan tuk cerita lebih jelasnya!
“Waduh, aku ngk bisa. Siapa sich dia?
Aku ngk mengenalnya ko!
“Dia mantanmu, Ros!
“What, Ros? Ada apa lagi dengan dia aku
sudah muak dibohongi dengan dia, mungkin kamu pikir aku yang salah! Dia yang
salah! Aku merasa tersentak saat itu.
“ia, aku tahu Uchenk. Tapi aku mau
ketemu sama kamu!
“Untuk apa? Tanyaku
“Untuk meminta maafkan Ros!
“Tak usalah, aku ngk bsia. Sory bro,
ndk segampang itu. Jangan hubungi aku lagi, aku sibuk. Okey?
“Tut Tut Tut Tut Tut Tut, (bunyi
Handpone yang aku matikan)
Sejak itu, rosma sering lagi hubungi
aku lewat sms ataupun telpon tapi aku tak pernah melayaninya. Dia selalu selalu
mengutarakan perasaannya kalau dia masih sayang. Tapi aku tidak peduli meski
hati juga merasakan bila masih mencintainya juga.
Hubungan pacaran jarak jauh aku makin
terancam saat kehadiran Rosma, dia makin nekat ingin mendekap lagi. Dan aku
sadar juga hubungan jarak jauh aku, tidak begitu adanya. Sama halnya aku tidak
punya pacar, maafkan aku karena mantan aku masih menghubungiku (Suara hatiku
yang terpendam).
Hingga akhirnya aku memberi peluang
Rosma tuk bisa aku maafkan, karena aku pikir daripada dia selalu menghubungiku
mending aku kasi tugas. Agar dia bisa sadari apa yang dia lakukan selama mau
minta maaf terhadapku. Tugas itu hanya gampang saja, tapi dia tidak bisa
melewatinya.
“Kamu cari tahu tata cara dan tata
krama meminta maaf”
“Itulah tugas yang aku berikan
kepadanya!
Saat itu, dia selalu nelpon bahwa dia
tidak tahu, bahkan dia mengatakan sudah bertanya – tanya kepada temannya. Namun tidak ada yang
mengetahuinya, meski terkadang terjawab dari mulutnya sendiri tapi aku
menganggap tidak itu benar. Karena dia tidak melakukannya, dia tidak mengerti
apa maksud aku.
Makin hari, aku dan Rosma makin akrab
tapi aku belum memaafkannya atas kesalahannya. Terkadang aku marah dan
terkadang dia membuat aku tertawa tetapi aku tidak menampakkannya, sebelum dia
lakukan apa yang aku mau. Tapi dia tidak mengerti, jujur aku juga masih sayang
sama dia.
Berselang sebulan, saya merasa terhibur
atas kehadiran Rosma. dia selalu membuatku tersenyum, dan bahakan membuatku
yakin akan dia. Aku jatuh cinta lagi, tapi tetap aku berhati – hati jangan
sampai kisah – kisah sebelumnya terjadi lagi. Hubungan jarak jauh aku akhiri yang
hanya sebulan dengan alasan.
“sayang, maafkan aku yach?? Moga kau
mengerti. jarak kita jauh, tidak pernah bertemu, aku yakin ada yang lebih baik dariku
yang dekat dengan kamu. Kamu ngertikan maksud aku? Tanyaku kepadanya lewat sms.
“Ie sayang, ngk papa. Aku ngerti, moga
kaka juga mendapatkan cewek yang lebih dekat dan lebih baik dengan kaka. Aku
tidak akan lupa dengan kaka!
“ie, aku juga tidak akan lupa ma kita.
By by sayang, (Uuuummmaachz) itu ciuman buatmu yang pernah mencintaiku! Satu
yang terindah buatku dengan dia.
“(Uuuuummmaaacchzz), itu juga buat kaka
yang pernah juga mencintaiku! Balasan dari dia yang begitu mesra.
Itu semua
aku lakukan hanya karena Rosma, mengakhiri hubungan jarak jauh aku. Berharap
Rosma bisa menjadi yang terbaik lagi, tidak seperti yang dulu - dulu.
Setelah itu, aku memutuskan untuk memaafkan Rosma. Aku tahu dia punya
salah, tapi aku juga merasa bersalah bila tidak memaafkan seseorang yang begitu
sekian lama meminta maaf. Sejak itu, makin hari aku merasa bahagia dengannya,
bercerita dengannya tentang apa yang aku lakukan selama berpisahnya dengannya.
“Ros, kamu tw ngk yang aku lakukan
selama ini? Tanyaku terhadapnya lewat telpone.
“Apa tu? Ungkap Rosma
“Aku menulis lagu, saat kita putus!
“Owh, apa tu judulnya? Tanyanya
“Merindumu, Kembalilah Disini!
“Nyanyiin dong buat aku, tapi main
gitar. Yach?
“Oke say!
“MERINDUMU KEMBALILAH DISINI
Kau t’lah
pergi, tinggalkan
Diriku
Di
saat aku
Mencintaimu
Kesetiaan, membuatku
Terluka
Namun aku
Tak membencimu
** Karena aku
Masih merindukanmu
Reff :
Kembalilah...sayangku
Mencintaimu
dan menyayagimu
Berharap
selalu hadirmu
Meridumu, kembalilah di sini
Itulah lagu yang aku buat dan aku
perdengarkan kepada Rosma!
“Uchenk, makce nach. aku tahu kamu
masih sayang ma aku. Jujur Uchenk, aku juga sayang sama kamu. Kamu mau balikan
sama aku? Ungkapnya.
“Bisa saja,tapi kamu janji jangan
ulangi lagi yang seperti dulu. Aku tidak mau kehilangan kamu, kamu ngerti kan?
Tanyaku terhadapnya!
“Ie, aku janji. Tapi Uchenk kita jalani
saja dulu petemanan kita. Okey?
“Okey, tapi adakan harapan itu?
“Ie say, pastinya! Ucapnya yang begitu
mesra.
Suatu harapan yang aku tunggu dan aku
nanti. Duniaku tak sepi lagi, wanitaku telah kembali yang membawa kesempurnaan
dan kedamaian dalam cinta yang aku miliki. Berharap harapan itu, tidak akan
kelam dalam larutnya malam nanti. Berharap, itu jadi penerang bagiku dalam hati
yang suci disaat bersamanya.
*******************
Aku memang sudah putus cinta dengannya,
tetapi dia pernah memberiku harapan untuk kembali lagi. Dia selau menghubungiku
lewat telpon ataupun lewat sms sehingga aku begitu yakin padanya bahwa dia
benar – benar serius ingin menjalani kembali hubungan denganku.
Setelah
sekian lama kami berdua memperbaiki hubungan, meski belum jadian. tapi dia
memberi harapan untuk kembali atau CLBK “Cinta Lama Bersemi Kembali”. Ros
meminta tolong kepada saya untuk diperkenalkan teman saya yang bisa membuat
Skripsi sebagai tugas akhirnya, tapi dalam hati
berat sekali untuk memperkanalkannya karena saya tahu sekali sifat Ros. Karena
saya merasa kasian terhadapnya dan masih sayang, maka dengan senang hati saya kasih
kenal Ros kepada teman Cosku yang juga tetangga kamarku, dia begitu ahli dalam
segala pembuatan Skripsi. Namanya ka Awal, dia saya sudah anggap saudara
sendiri, dia baik sekali. Bahakan dia yang membantu saya membuat skripsiku
hingga saya selesai.
Di hari itu, saya kasih namor Hp_nya ka Awal kepada Ros.
Dia sering kontek – kontekan dan bahkan sering ketemuan tanpa sepengatahuan
saya. Memang saya akui, ada rasa cemburu di hati karena aku masih sayang sama
Ros. Aku juga yakin dia sayang sama aku, buktinya dia beri harapan untuk
kembali.
Sejak saat itu, mantan saya kontrastis
berubah. Dia jarang telpon atau bahakan sms, baru saya sadari ternyata dia
jalan sama sahabat saya sendiri. Dia lupa segalanya tentang saya, bahwa aku
masih berharap.
Ketika aku berada di kos sendiri
didalam kamar, aku tidak tahu kenapa hati saya selalu tak tenang. Kumelihat mantan
saya didalam kamar sahabatku bersama teman – temannya. Sejak itu saya berulang
kali keluar – masuk dari kamar ke teras rumah kosku, hati ingin bertanya kepada
sahabatku “apa hubunganmu dengan mantanku”.
Setelah
itu, secara tidak kebetulan sahabat saya keluar menjemur pakaiannya yang sudah
dia cuci. Saya langsung bertanya kepadanya !
“Kak, apa hubungan kita sama rosma? Ko’ terlihat akrab dan mesra”.
Sahabat sayapun menjawabnya dengan
penuh ketegangan, yang telah memandangku begitu cemas. “ memang rosma ngak
bilang ke kamu?
“..tidak kak, jawabku!
“Saya pacaran sama Rosma” ujar kak awal.
“sudah berapa lama??
“Baru beberapa hari!
“owh, begitu!
Sejak
itu, hati saya makin tambah tak karuan “sakit hati menyelimuti seluruh raga
tubuh ini”, bigung harus berbuat apa dengan penuh amarah.
Dan
setelah itu, kak awal pun selesai menjemur pakaiannya dan langsung masuk menuju
kamarnya, saya pun ikut dari belakangnya menyusul masuk kamarnya dengan penuh
emosi mendengar apa yang dikatakan kak awal ke saya. Sesampai dikamar saya
langsung mendorong Rosma dan memukulnya. Kak awalpun dan temannya dua orang
langsung menyangkal dan melarai pertengkaranku dengan rosma.
Kak
awal pun juga bertanya – tanya kepada saya;
“ada
apa ini, kenapa langsung memukul ke rosma?
“dia mantan saya kak, memang saya sudah
putus tapi dia memberiku harapan balikan, terus kenapa dia malah mengacuhkanku
begitu saja. Saya kasih kenal kita kak dengan rosma karena aku kasian sama dia
yang ingin menyelasaikan skripsi! Ujar saya.
Astagfirullah! ucap kak awal.
Rosma
pun terdiam ketika kejadian itu, karena menyesali perbuatanya. Dia selalu
menangis merintih setelah kak awal
memberi pencerahan atas apa yang dia lakukan kepadanya dan juga saya.
Bagi kak awal ke saya, itu tidak masalah. Cuman Rosma karena kak awal juga
merasa dibohongi. Soalnya Rosma pernah bilang ke kak awak bahwa “saya tidak ada
hubungan dengan Ucenk, saya Cuma teman”, padahal saya mantannya “ungkap saya.
Ketika
kak awal memberi saya kesempatan berbicara berdua dengan rosma dikamarnya. Kak
awal pun keluar bersama teman – temannya, mereka perpesan kepada saya terutama
sahabat rosma yang bernama fitri dan Kak Akbar sahabat Kak Awal yang juga
menyaksikan kejadian itu.
“Fitri mengatakan “jangan sakiti rosma
lagi ketika kalian berdua berbicara”.
Setelah
itu, pintu kamarpun aku kunci dan memulai bertanya – tanya kepadanya;
“Apa maksud kamu membuat saya begini? Apa
tujuan kamu sebenarnya? Kau memberiku harapan balikan, tapi mengapa kau malah
mengacuhkan semua harapan itu! Bukankah
kau yang meminta ingin balikan! Memang kau sering menyakiti saya, tapi saya
selalu bersabar hadapi semua. Kau ingat saat kau menangis dihadapanku meminta
maaf karena kau membohongiku, saya maafin kamu karena aku sangat sayang. Ech,
malah kau curangi aku lagi dekat dengan sahabat saya sendiri! Air matamu itu,
air mata bauya. Wanita macam apa kamu ini? Apa arti hubungan kita selama 5
bulan?
“kita jalan selama 5 bulan hanya karena
kau hanya pelampiasan semata, aku tidak pernah cinta dan sayang sama kamu, yang
aku sayang sekarang kak awal bukan kamu!
Hati
saya makin sakit mendengar ucapannya dan waktu itu saya sadari bahwa cintanya
bukan untukku. Dan aku memutuskan untuk mengambil jalan terbaik untuk
menghindar darinya.
Pintu
kamar pun terbuka, kak awal dan teman – temannya masuk dan memberi pencerahan
kepada rosma. Saya pun juga terdiam mendengar kak awal yang begitu serius
berbicara kepada rosma yang hanya terdiam membisu menangis merintih.
Setelah
berselang 1 jam, saya sadari merasa bersalah karena memukul perempuan. Karena
bagiku perempuan harus dihargai dan disayang. Sejak itu, rosma berjalan keluar
menuju teras sambil nelpon, entah siapa yang mau dia telpon. Saya pun keluar
menyusulnya untuk meminta maaf karena telah memukulnya, tapi dia malah enggan
berucap ketika saya mengulurkan tangan yang ingin bersalaman.
“Ros, maafin aku yach yang telah
memukulmu, aku sangat bersalah memukul seorang perempuan yang harusnya di jaga,
dihormati, disayangi, dihargai dan dilindungi!
“kamu pindah dihadapanku, aku tidak mau melihat kamu! Itulah
jawaban Ros yang tegas tanpa menyentuh tanganku”.
“Okey, kalau itu mau kamu. Aku tidak akan pernah melupakan
kata – kata kamu! ujar saya yang lansung masuk menuju kamar.
Setelah
kejadian itu, saya dan kak awal jarang sekali bercakap karena gara – gara kejadian
itu. Hubungan rosma dan kak awal pun berakhir saat itu.
Memang
cinta, terkadang membuat persahabatan hancur. Mencintai pacar teman, memang
sering terjadi. Tapi harapanku itulah kenagan terpuruk dan telah terukir
sebagai kenangan yang tak terlupakan dan suatu pengalaman. Bagiku masih banyak
yang lebih baik dari dia, bukan dia saja wanita di dunia. Cinta sejati pasti
akan datang dengan sendirinya, tuhan semualah yang mengaturnya. Tetapi kita
juga harus berusaha dan berdoa tuk minta petunjuk kepada sang pencipta.
*********************
Saya sadari
cinta yang telah saya jalani selama 5 bulan, tidak begitu adanya yang saya
impikan. Kebahagian serasa hanya sebatas mimpi, sakit hati telah terselimuti
dijiwa ini.
Berselang 1
bulan aku masih berjalan sendiri dan selalu meratapi nasib yang pernah aku
alami, tapi itu tidak membuatku jenuh dan menyerah tuk mencari cinta sejatiku.
Aku yakin jika aku berusaha dan berdoa pasti tuhan akan meridhoi apa yang aku
cari selama didunia yang fana ini.
“Cinta sejati harus aku dapat dan aku
raih”, kataku.
Saya dan
kak Awal mulai akrab lagi dan menjalin hubungan persaudaraan. Kami mulai menebar
senyuman lagi dan seru – seruan seperti dulu, bernyanyi bareng dan bermain
gitar. Meski saat ini sang mantan atau Rosma masih saja selalu menghubungiku,
lewat telpon ataupun sms tuk minta maaf atas apa yang dia perbuat, dengan isi
smsnya
“Maafin aku yang telah melukai hatimu, maafkan aku karena
mengecewakanmu, aku janji takkan lagi mengulanginya, asalkan kamu mau kembali
lagi seperti dulu”
Dia selalu berusaha untuk meyakinkan
saya dengan segala khilafnya tapi aku tidak beigitu yakin dengannya karena dia
begitu tega memperlakukan aku yang hanya sebagai pelampiasan semata dan bahkan
dia ingin kembali lagi.
Dia sering sms tetapi saya tidak pernah
meresponnya karena bagiku itu tidak penting dan tidak ada lagi harapan untuk
dia.
Ketika itu,
saya berada di kampung halaman tempat aku dilahirkan. Enrekang kec. Baraka Desa
Parinding Dusun paje. Guna untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri bersama
keluarga. Keseharian aku hanya pergi kebun disaat bulan puasa, sepulang rumah
aku menanti saat berbuka puasa bersama keluarga.
Suara adzan
terdengar di radio menandakan berbuka puasa sudah waktunya, Pisang goreng,
minuman teh yang telah disediakan ibu dan kakak sebagai hidangan buka puasa.
Seiring itu bunyi nada dering Handpone yang selalu di kantong celana dan ternya
ucapan Selamat berbuka puasa dari teman – teman saya. Meski terkadang aku di
tegur sama orang tuaku “buka dulu baru main HP”. Dan ada nomor baru yang juga
mengirim ucapan, saya pun penasaran siapa pemilik nomor ini karena cara smsnya
dengan menulis kata “sayang” dan saya membalasnya.
“Met berbuka puasa, yaa sayang??”
Itulah isi sms yang masuk.
“Siapa nich?? Balasan Sms yang aku
kirim!
“Pacarmu” balasan dari dia
“pacar darimana, pacar dari hongkong!
ucapku
“hehehehehe, simbol kalau dia tertawa
melalui sms yang dia kirim
“siapa ini sebenarnya??? Tanyaku!.
Saya makin ragu, karena setahuku saya
tidak punya pacar. Kenapa ada yang ngaku – ngaku kalau aku pacarnya, aneh!
“Saya mantanmu”.balasan dari dia!
“Wah, banyak saya mantanku. Mantan yang
mana??tanyaku!
“Saya Rosma!
Setelah sekian lama sms_san dengan baru
dia jujur kalau dia Rosma. Saya pun langsung letih ketika mengetahuinya dan
membalasnya.
“Udah, kamu jangan ganggu aku lagi. Aq
dah muak dngnmu.
“aku hanya mau minta maaf, itu aja” Sms
dari dia!
“maaf, aku ngk bisa maafkan kamu!
Ulasku
“Uchenk, aku serius. Aku udah sadari
kesalahanku dan aku ingin berteman terus bersahabat.
“alach, sudah ndk usah basa – basi. Aku
ndk percaya! Jawabku dengan tegas.
“pleace Uchenk, ini kan bulan puasa dan
seharusnya kita bermaaf – maafan. Aku janji tidak akan mengulanginya lagi,
asalkan kamu mau maafin aku.!
Tutur kata yang dia kirim membuatku
terdiam dan berhenti membalas smsnya meski dia sering miscol. Saya berpikiran
juga akan memaafkannya, tapi berat dan hati ragu memaafkannya. Dalam hati saya,
ada saatnya aku maafkan dia ketika aku mulai yakin dan mungkin saat – saat ini belum
bisa.
Tetapi lebih angkuhnya, dia selalu mau
menelpon tetapi saya tidak pernah meresponnya. Tak ingin berbicara dengannya.
“Pleace, angkat dulu say..aku mau
bicara sama kamu” Sms yang dia kirim!
“jangan panggil aku Say, aku bukan
pacarmu n maaf aku tidak mau bicara denganmu, okey?? Kamu masih ingat waktu aku
minta maaf saat dicos aku memukul kamu karena kelakuan kamu yang sangat
menyakiti hatiku. Kamu mengatakan “kamu jangan didepanku, aku tidak mau
melihatmu dan aku tidak mau berbicara denganmu”.. ingat itu kata – kata, aku
juga tak ingin mendengar suaramu. Jangan hungungi aku lagi...Okey?? balasku
yang begitu tegas!
“UchenK, pleaceee....! sms dari dia.
Saya tidak pernah lagi balas smsnya dan
tidak pernah mengangkat telponya, meski
setiap hari masuk smsnya dan telponnya. Begitupun ketika saya pergi ke
kebun, tak henti –hentinya dia miscol.
Aku berpikir, entah bagaimana supaya
dia berhenti menghubungiku. Terkadang terpikir untuk ganti nomor, tapi sulit
karena hanya nomor itu yang aku punya, yang banyak tahu teman – teman saya dan
bahkan orang tuaku, saudara – sudaraku, beserta keluar besarku.
Dipertengahan bulan ramadhan, teringat
waktu malam tiba aku berada di rumah nenek bersama sepupu – sepupu aku.
Biasanya kami nonton bareng jikala sholat tarwih, biasanya sambil bercanda –
bercanda. Namun itu, ketika aku bercerita bersama sepupu, saat itu mantan aku
nelpon lagi dan aku merasa entah apa lagi yang aku katakan supaya dia tidak
lagi menghubungiku. Pas itu, dalam pikirku kerjain dia. aku kasih sepupu aku
untuk berbicara dengannya tuk berpura – pura sebagai tunanganku, namun dia
tidak percaya apa yang dikatakan sepupu aku.
***************************
Sudah sebulan lamanya menjalankan
ibadah puasa, menahan haus dan lapar dan kini tiba saatnya hari yang dinanti -
nanti, hari yang penuh mubarakah, hari yang suci di hari raya idul fitri.
Seperti biasanya di dalam keluargaku,
ketika selesai sholah Ied kita berkumpul di rumah nenek dan saling bermaafan.
Dan saat itu, banyak sms ucapan selamat
hari raya idul fitri dengan kata – kata terindah yang masuk di ombox Hp_ku.
Tapi tak lama kemudian sms rosma juga masuk di ombox_ku dan aku terpikir untuk
memaafkannya karena sudah sekian lama dia mau meminta maaf dan seharusnya aku
memaafkannya, aku juga merasa bersalah dan merasa berdosa bila tak
memaafkannya.
“Selamat hari raya idul fitri, mohon maaf lahir dan batin.
Uchenk, maafin aku ya atas dosa2ku. Rosma dan keluarga”
Itulah
sms yang dikirim Ros, dan aku mebalasnya dengan sepenuh hati.
“Ia, aku maafin kamu. Aku juga merasa berdosa bila tidak
memaafkan orang yang sekian lama meminta maaf. Asal kamu jangan ulangi
lagi..Okey? ( balasan sms yang aku kirim)
“ia Uchenk, aku janji. Tapi kamu masih mau jadi teman aku
kan?
“ia,.!! (jawabku yang secara singkat)
Hari itu, suasana makin indah dan
bahagia. Banyak keluar dan teman yang datang di rumahku bersilaturahmi.
Sepeerti biasanya cerita dan makan bersama.
Aku dan rosma pun sering telponan lagi
dan sms_san, canda dan tawa mulai hadir lagi di antara kami, saling menggobal
dan terkadang mengungkit masa lalu saat masih pacaran, kenangan terindah yang
tak terlupakan segalanya telah di ungkapkan. Rindu semakin terslimuti benak
jiwa raga ini.
Terkadang juga hati penasaran sudah
seperti apa Rosma sekarang karena sudah sekian lama tak berjumpa dengannya,
itulah suara hatiku. Dan juga Rosma sering mengatakan seperti itu kepadaku.
Kami berdua membuat perjanjian untuk
ketemuan nantinya di makassar, meski sekarang jarak aku dan dia tidak
memungkinkan Enrekang dan Makassar.
“Uchenk, kalau kamu nanti ke makassar? Ole2 apa yang kamu
bawakan? (sms rosma)
“apa bagus? (jawabku sambil tersenyum?
“bawakkan aku buah salak ya? (tanyanya)
“insya allah..
Tapi nanti kalau aku udah di makasaar, kamu mau ketemua aku
kan? (tanyaku yang ingin meyakinkannya)
“ia, pasti aku ketemu karena aku juga kangen bangetzz”
“Gombal kamu Ros.....
“ J J J wkwkwkw ( simbol kalau tia tertawa membaca pesanku)
“Ech, udah paeng dulu nach..ada mau aku kerja!! (tanyaku).
“ia sayang...! jawabnya.
Waktu
itu, meski tidak membalas pesannya tapi aku membacanya. Aku kaget dan tersandung
dengan ucapan “sayang”, aku terpikir mungkin dia mulai membuka hatinya lagi dan
jatuh cinta.
Aku merasa, ada yang aneh sejak sekian
lama akrab dengannya. Dan aku merasakan itu karena aku juga mulai jatuh cinta
lagi.
Satu minggu menjelang selesainya hari
raya idul fitri, dengann seizin ibu dan ayah aku memutuskan untuk balik ke
makassar. Aku berangkat ketika malam tiba selesai magrib, sore hari ku berkemas
semua baju yang akan ku bawa, sedangkan
ibu mempersiapkan apa yang akan aku bawa.
Seperti perjanjian aku dengan Rosma,
ole – ole salak tapi itu tidak ada. Aku hanya membewakan Tape, yang terbuat
dari beras ketan yang di campur juga
pemanis. Tape juga salah satu makanan favorit yang khas di kampungku ketika
hari raya idul fitri.
Seperti biasanya sebelum aku berangkat,
aku sholat. Setelah selesai sholat ayah dan Ibu selalu memberi nasehat. “Jika
kamu di makassar nanti kamu hati – hati dan jaga baik – baik uangmu, jangan
suka pemboros, pergunakan uangmu dengan sebaik mungkin dan jangan lupa rajin sholat”.
Setelah beberapa menit kemudian, mobil
panter datang menjemputku dan segera berangkat. Sebelum aku naik mobil, aku
pamit dan salaman dengan kedua orang tuaku dan juga saudara – saudaraku yang
saat itu ada dirumah dan juga keponakan.
Dengan hati sedih kerena berpisah
dengan orang tua, tapi aku yakin perjalanan ini selalu dalam doa kedua orang
tua.
Laju mobil pun meninggalkan rumah yang
begitu sempurna bagiku, meski keadaan kembali dalam sunyi - senyap rumah
tanpaku.
Dalam perjalanan, ku hanya berteman HP.
Ku ambil Handseth kudengar lagu dan terus
kirimkan pesan ke Rosma sebagai tanda kalau aku balik ke makassar. “Ros, doain
yach agar perjalananku ke makassar sampe dengan tujuan”. Meski tidak ada
balasan dari Rosma tapi aku yakin Rosma membacanya.
Hati senang, riang dan gembira kerena
sebentar lagi ketemu dengan orang yang aku
sayang yang sekian lama tak berjumpa meski hanya sebuah harapan.
Di dalam mobil, bukan cuma aku yang
dalam perjalanan ke kota makasaar tapi banyak penumpang. Ku coba tuk saaling
bercerita dan akrab sampai tujuan.
Rasa pegal di tubuh ini karena duduk
terus, biarpun tidur selalu posisi duduk dan bahkan sempit karena terlalalu
banyak penumpang, tidur cuma sedikit, itulah yang membuat kita lelah bila dalam
perjalanan jauh.
Setelah dalam perjalan sekitar jam 12
dini hari, mobil berhenti di sebuah warung
makan untuk istirahat. Semua penumpang yang tidur di kasih bangun untuk makan,
sebagian penumpang tidak makan begitupun aku. Aku cuman keluar dari mobil
pergi ke WC cuci muka, beli cemilan dan
air aqua. Setelah itu, duduk sambil nunggu sopir yang sedang makan.
Beberapa menit kemudian, kami pun naik
mobil dan pergi memulai perjalanan ke makassar yang begitu melelahkan. Aku selalu dalam posisi duduk, pojok job
belakang. Sambil dengarkan musik yang di putar sopir, sampai aku tertidur lagi.
Sekitar jam 3, mobil baru sampai di
makassar. Satu per satu penumpang di antar ke rumahnya masing – masing. Seperti
biasa aku selalu yang terakhir karena rumahku yang paling jauh.
Kini saatnya aku yang di antar, hati
makin lega karena sepanjang jalan kita
duduk terus dan bahkan tidur duduk pun. Sekarang aku bisa tidur dengan
sepuasnya, ketika aku sampai di rumah, tak ada bising suara mobil dan tempat yang luas.
Mobil berhenti depan rumah, hmmmm
akhirnya aku sampai juga. Ku buka pintu mobil dan keluar dengan riang sambil
membereskan barang yang aku bawa dan membayar sewa mobil kepada sopir. Sewa
mobil dari kampungku Rp. 60. 000,-/ orang.
Laju mobil meninggalkanku, akupun masuk
dan mebawa barang satu per satu ke dalam kamar. Setelah selesai akupun langsung
tertidur pulas tanpa hambatan dan suara bising mobil.
***********************************
Perpindahan suhu dan beda cuaca, dingin
menjadi panas. Gerah yang aku rasakan, panasnya mentari pagi yang cerah awal
aku di makasssar. Suasana kamar yang begitu tak karuan, debu – debu yang sekian
lama menempel di sisi semak kamar dan peralatan – peralatan lainnya yang ada di
kamar.
Seperti biasa, dalam seharian ku
luangkan waktu di rumah membersihkan. Mencuci dan merapikan kembali barang –
barang, tak luput juga barang yang aku bawa dari kampung.
Sapaan – sapaann dari teman – teman cosku,
bahwa aku sudah tiba di makassar. Ku bagikan padanya ole – ole yang ku bawa dan biasa juga kami di
rumah bikin acara.
“Ech, adamki di makasaar. Kapan datangnya? Tanyanya teman
cos ke aku!
“Tadi subuh, jawabku!
“pasti ada ole dari Enrekang... (ungkapnya)
“hehehe... pastinya!
“asikkk....
Ketika selesai membersihkan, aku
bergegas tuk mandi dan makan siang. Posisi kamar kembali dalam keadaan damai,
bersih, dan rapi membuat tenang dalam keseharianku.
Seiring ku ingin istirahat, ku sempatkan untuk sms Ros bahawa aku sudah ada
di makassar. Aku sungguh ingin bertemu dengan dia, kehadirannya sangat aku
harapkan.
“Ros, kamu lagi dimana? Kamu kesini dong? Aku udah ada di
makassar! Sms yang aku kirim.
Beberapa menit tak ada balasan dari
dia, tapi aku selalu berharap dia membalasnya. Dalam hatiku mungkin dia tidak
punya pulsa, ya aku bersabar saja mudah – mudahan dia membaca sms_ku mesti
tidak di balas. Ku sempatkan untuk tidur sambil menungu balasan dari dia.
Mentari sore yang cerah dan begitu
hangat membuat rasa gerah membangunkanku dari tudurku, jiwa yang lemah, raut
wajah yang nampak kusam ketika terbangun dari tidur.
Sebelum terbangun dari tempat tidur
yang empuk, kencari handpone_ku dan kuperiksa, apakah ada sms dari Rosma. 5
panggilan tak terjawab dari Ros dan 2 sms dari dia, ku buka dan ku membacanya.
Hati terasa kaget dan kecewa ketika
melihat isi sms dari rosma membuatku tidak bersemangat untuk bangun dari
tidurku. Entah angin apa, entah aku mimpi apa di sore hari hari yang mumbuat
semua jadi membungkam dan terlena.
“Maaf say, Aku di luar derah ini. Aku tidak ada di makassar!
(balasnya dari Ros)
“Mang kamu dimana?? Tanyaku.
“Aku di Jepot (Jeneponto), maaf yach?
“what.. Jepot! Astagaaa..
Kenapa sich? Aku sudah kasih tahu sebelumnya kalau aku mau ke makassar, trzz kw malah ke
jepot. Udah sia2 aku membawakan ole2 untuk kamu, baru kamu malah ke jepot. Ndk
mneghargai bnget sich kamu?
“Maaf, ada acara keluarga. Ungkapnya!
“benarrr?
“ia say. Jawabnya yang begitu singkat
“jadi bagaimana ini ole2 buatmu, aku
kasi aja temanku? Tanyaku
“ia, daripada kau simpankan teruz nanti rusak..!
“okey..!
“kapan kamu balik ke makassar soalnya
aku kangen banget ma kamu, aku ingin bertemu dengan kamu? Unkapku
“nanti saya smsji kalau aku balik ke
makassar.
“oke paeng, aku tunggu Qt.
Daripada
aku terbaring lesu di tempat tidur, mending aku mandi, agar segar dan tenang. Sambil ngumpul sama teman – teman
dan membagikan lagi ole – ole padanya. Dan bahkan saya sms sahabat aku itu
yusran dan Sahar untuk ku bagikan padanya ole – ole dari kampungku.
Yusran dan
Sahar adalah sahabat sejati aku yang selalu menemaniku, dialah yang terbaik yang pernah aku kenal.
Kami 3 sahabat yang tak pernah bisa pisah, kata teman – teman kelasku di
Kampus, kalian ini betul – betul sahabat sejati. Kalau datang di kampus, bila Uchenk
datang duluan pasti di belakang – belakang yang datang pasti Usran atau Sahar,
begitupun sebaliknya kalau Sahar dan Usran datang duluan.
Kami bertiga berbeda daerah, Sahar dari jeneponto. Sedangkan Usran dari Sinjai.
Persahabatan kami selalu akur, bila ada kesalahan saling mengingatkan, saling
berbagi, dan saling menerima apa adanya itulah sahabat sejati.
Namun di
sore itu hanya Sahar yang datang, sedangkan Usran berada di kampung halamannya.
Jadi hanya Sahar yang aku kasih ole – ole. Dia datang di kos_ku dan ingin
mengajakku keluar untuk nongkrong di tempat yang sering di tempati mangkal
yaitu tepat di samping kampus kami (Unismuh) Foto Copi Alif, disana ada pacar
sahar yang kerja dan teman - temannya.
Uchenk,
keluar yu nongkrong di tempat biasa? Tanyanya.
Hmmm... ayo. Aku juga kangen sama teman
– teman yang lain.
Mandimko dulu. ungkap sahar!
Ia, ech..bawakan juga Sari itu salak
dan teman disana!
Yapp, okey...
Saat langkah kakiku keluar dari kamar
yang hendak pergi mandi, HPq berbunyi. Aku kembali lagi masuk ingin
mengangkatnya, namun Sahar yang duluan mengangkatnya. Aku berusaha ingin
meyakinkan mengambil alih telponnya, namun tetap saja Sahar berbicara.
“Ya sudahlah, kamu bicara saja dulu aku
mau mandi.”
Dari kamar mandi, aku mendengar
pembicaraan Sahar dan ros. Karena kamarku tepat dibawahnya kamar mandi, jadi
aku bisa mendengar dengan jelas. Mereka saling bercanda, tertawa entah apa yang
dia cerita. Yang membuatku khawatir disaat mereka saling tukar nomor HP, aku
takut bila nantinya ada yang jatuh cinta di antara mereka karena aku tahu sifat
Ros. Apalagi sobatku yang satu ini play boy, yang setahuku banyak pacarnya.
Ku terburu – buru tuk mandi, tak heran
sesampai di kamar ada rasa keraguan dan aku tidak banyak bertanya apa – apa terhadap
teman, aku hanya diam membiarkan. Aku
hanya ingin tahu sesampai mana pertemanan dia, ku biarkan saja mereka meski
hati cemburu.
Segar, berseri dan rapi disore yang
begitu cerah, bergegaslah kami keluar
menuju tempat yang seperti biasa berkumpul, yaitu tepat disamping kampus kami
poto copi, disitu ada ada pacar sahar yang kerja, namanya Sari.. Disitulah juga
tempat nongkrong kami ketika sepulang kuliah ataupun istirahat. Biasanya kami
menghabiskan waktu berkumpul di poto copian cerita – cerita, tertawa bareng
bahkan biasa kami liat – liatin cewek yang lewat.
Sesampai disana teman – teman langsung
menyapa, banyak hal yang berubah yang saya liat karena ada satu karyawan baru
yang begitu mempesona, cantik menawan yang membuat aku jatuh cinta, Meski masih
berharap terhadap Rosma.
Ku coba tuk saling kenal dan tukar
nomor HP, namanya Isra, dia satu kampung
dengan pacarnya sahar yaitu Jeneponto. Tiap hari aku kesitu tuk berjumpa
dengan isra. Dialah pujaan hatiku yang selalu aku ku cinta dalam hati, sungguh
sulit tuk mengungkapkannya, perasaan yang haynya terpendam.
Namun disisi lain ada cowok yang
pedekate dengan dia, namanya Boby. tapi aku tidak peduli. Yang namanya
persaingan harus bersemangat dan punya strategi tersendiri. Tapi aku sadar
mungkin aku kalah nantinya karena Boby mempunyai kelebihan dan memiliki
kendaraan roda bermotor, sedangkan aku tidak ada apa – apa. Yach, aku
hanya selalu mempercayakan dan berharap
akulah yang beruntung.
Namun tak ku sungka Rosma pun dan
Sahar makin akrab, mereka sering
telponan. Satu hal yang dikatakan sahar ke aku, “cape ditelpon terus dengan
dia, bosan. Jadi aku kasih kenal Salam”. Apa?? Sanggahan yang terucap dari
bibirku!
Aii, cemburu ya... ungkap sahar!
Ia, aku memang cemburu karena aku ma rosma sama berharap
ingin balikan.
Salam ini,
sala satu teman saya dan juga teman Sahar. Aku tahu sekali orang kayak salam,
dia suka sekali gombal cewek dan dia play boi. Aku khawatir saja terjadi lagi
kisah yang seperti dulu, berpacaran dengan sahabat saya, bahkan harapan masih
ada.
Sahar
selalu memberitahu kalau Salam sama Rosma, sering telponan dan membuat
perjanjian tuk ketemuan. Rosma pun lupa segalanya tentang saya yang masih
berharap.
Adapun
teman saya yang namanya Hadi, satu rumah dengan Sahar dan Salam. Dia sering sms saya kalau Salam
dan Rosma sudah jadian, bahkan Rosma sering kerumahnya.
Hati makin
hancur, ketika mengatahui hal itu. Harapan yang kumiliki sudah tidak ada lagi.
Orang yang sangat aku cintai telah
mencampakkan dan pergi dengan sahabat aku sendiri.
Terkadang
aku hanya terbelenggu lesu, dalam diam yang sangat merana. Sahabat saya pun
selalu menemaniku dan memberiku semangat. Usran, selalu menemaniku. Dialah yang
selalu mengantarku kesana – kesini bila aku sepulang kerumah ataupun ke kampus.
Usran
selalu memberiku saran, “Janagnlah kamu terlalu berharap sama Rosma, sudah
jelas – jelas kamu sudah tahu jeleknya, kenapa kamu masih berharap. Kan masih
ada Isra!! Itulah ungkapan sahabat saya yang paling baik.
Tapi, aku ngk suka dikasi begini. Dia kasi saya harapan ech
malah jalan ma sahabat aku.
Sahar serba
salah karena dari dia Rosma dan Salam pacaran. Dia begitu minta maaf ke aku.
Aku terima saja apa yang terjadi, sebagai sahabat aku maafin sahar.
Sesudah
selesai jam kuliah, berjalan kaki dengan usran menuju poto copian. Bunyi nada
dering HP_ku terdengar dari salah satu saku kantong celana, ternyata Rosma yang
nelpon. Mungkin dia tidak tahu kalau aku sudah tahu kalau dia pacaran dengan
salam.
Haloo,
dengan Uchenk yach?? Tanyanya.
Ia, dengan
saya sendiri. Ada apa, ko baru ada kabar?
Maaf, aku
sibuk..
Sibuk
apa?? Tanyaku, namun dalam hatiku sibuk pacaran dengan Salam.
Selamat
nach, karena udah nyakitin lagi.
Nyakitin
bagaiman? Tanyanya rosma
Qt
pikir aku ngk tahu, yang kita jalani sekarang dengan teman saya sendiri.
Teman,
siapa maksud kamu??
Salam, aku
sangat kecewa ma kita ...!!
Apa, dia
teman kita jga.
Ialah,
teman sahar itu, teman aku juga. Memang yach, qt ndk pernah berubah dari dulu
sampe sekarang. Memberi harapan, tapi ketika sudah kenal teman saya, semua
sudah dilupa, apa sich mwnya qt?? Sudah ka Awal, Salam lagi....
Rosma langsung tutup telponnya, dia
tidak tahan dengar ocehan saya yang begitu kecewa.dia tidak peduli lagi sama
aku, begitu banyak sms penyesalan yang aku kirim ke Rosma, tapi tak satupun dia
membalas smsku.
Usran pun selalu ngikutin saya
memberikan arahan dan masukan – masukan
ketika aku menyendiri,
“janagnlah khawatir Bro, jangan terlau
masukin hati. Lupakanmi dia, ndk usahmi berharap sama dia lagi. Mending cari
yang lain, masih banyak cewek selain dia. Tu, Isra di foto Copian. Dia juga
punya perasaan sama kamu kalau aku liat – liat.
Tahulah bro, aku bingung sekali,
barusan ada cewek yang begitu bikin sakit sekali, baiklah. Aku kan coba lupakan
dia, aku yakin dia akan menyesal nantinya karena aku tahu salam dia punya
banyak pacar. Terima kasih yach bro, kerna selalu ada buatku?
Itulah sahabat bro, harus saling
mengingatkan.
Ech, ke copian yu.. lama ngk liat Isra.
Ungkapku
Ayomi.. ucap usran
Sesampai disana, bukan berita bahagia
yang aku dapat. Namun hati makin hancur dan cemburu, karena Isra dan Boby makin
akrab, telihat sudah jadian atau pacaran. Usran langsung, memgantarku keluar
hanya singga sebentar dan langsung pergi. Ungkap usran, saya sengaja karena kau
sudah terlihat kecewa melihat dia berdua – duaan. Ya seperti itulah yang aku
rasakan ketika melihat Isra dan Boby duduk berdua.
Ternya sobatku ini sudah membaca
pikiranku, cukup cerdas juga. Apa yang terasa di pikirku bisa dia rasakan.
Pershabatan saya memang sudah cukup lama, dari awal semerter 3. Itulah dia bisa
tahu tentang saya, saya pun juga tahu tentang dia. Sebagai sahabat kita harus
saling tahu diri sendiri.
Disamping itu, hubungan rosma dan salam
semakin akur dan bahkan persahabatan antara aku, sahar, salam makin renggang.
Bahkan sahar pernah hampir dipukuli oleh salam gara - gara aku yang sms Rosma
lewat nomor sahar, padahal sahar dan salam satu rumah.
Waktu itu, aku, Sahar dan usran sedang
asik duduk di kanting kampus sambil minum kopi hangat. HP Sahar berdering,
ternyata rosma yang sms. Saat itu akulah yang membalasnya dan bertanya – tanya
kepadanya. Mungkin inilah caranya aku bisa tahu kenapa rosma memperlakukan
antara aku dan sahabat – sahabatku. Aku ulas semua perntanyaanku dari masa lalu
mulai dari Ka Awal sampai salam. Agar semuanya jelas, apa benar ada sistem
pemamfaatan. Tapi aku yakin aku tetap jadi pelampiasan semata.
“Hy, gmna kbarnya?? Sms Rosma.
“hy juga.. baik aja.. kl kamu??
“alahamdulillah baik ko..
Kamu lagi dmna?? Tanyanya.
“Lagi di kampus, kl kamu??
“di rumah aja.. ungkap rosma.
“ech, aku mau nanya. Tapi maaf kl aku
ungkap masa lalumu bersama Uchenk dan kak awal. Ndk papa kan?? Karena Uchenk
sring curhat sama aku.
“Ndk papa, silahkan saja..
“sebnarnya kamu sama uchenk ada
hubungan apa? Knapa uchenk masih berharap sama kamu.
“begini, memang saya sama uchenk pernah
pacaran tapi sudah putus, dan jujur saya kasi harapan balikan.
“tapi kenapa kau pacaran sama sama
salam kau berharap juga sama uchenk.
“itu juga salahku, karena kasih harapan
uchenk. Ternyata tidak seperti yang ku inginkan aku temani.
“Trz kau sama kak awal dulu bagaimna??
“owh, itu. Kak awal aku cuma mamfaatkan
karena aku sementara penyelesaian Skripsi.
“trz kl Uchenk, bagaiman??
“Uchenk Cuma pelampiasan saja, dan
sekarang yang betul – betul aku sayang itu Salam.
“owh,..
Udah paeng dulu karena ada mau ku
kerja..
“yapp...
Mungkin saat itu, yang kurasakan sakit
sekali kerana mengetahui semuanya dari rosma. Tanpa sepengetahuan dia kalau
akulah yang membelas smsnya bukan sahar. Aku sudah tak tahan atas semuanya.
Itulah sebabnya salam pernah ingin
memukuli sahar kerana smsku ke rosma dengan memakai nomor sahar. Betul – betul
Rosma, lupa segala hal tentang diriku ketika mengenal teman atau sahabat saya.
Ya aku pasrahkan saja, hubungan salam
sama rosma. Aku sich tidak terlalu berharap dia bahagia, namun dalam hatiku,
semoga dia mendapan imbalan yang telah dia lakukan terhadapku yang hanya
sebagai pelampiasan saja. Karena aku tahu sifat salam, kalau salam punya banyak
pacar. Dia sadari sendiri nantinya
ketika dia disakiti sama salam, dia salah orang kalau mau pacaran dengan salam.
Saat itu, aku mulailah berpikir untuk
berjalan sendiri tanpa kekasih, bagiku tak akan ada lagi kesempatan buat rosma,
dialah masa laluku, dialah mantanku yang paling terkesan, mencoba lupakan dia.
Setelah seminggu kemudian, aku dengar
kabar dari sahar kalau dia sudah putus. Ya alhamdulilla, dalam hatiku baguslah
agar tidak ada yang miliki diantara aku dan sahabat – sahabatku, karena dialah
membuat hancur pershabatan, mulai dari aku an masril, kak awal dan salam. Tapi
kini mulai lagi mebuka lembaran baru, aku dan sahabat – sahabatku melai akrab
lagi. Sahabat itu lebih penting, sahabat yang ada disaat kita punya masalah,
sahabatlah yang bisa mengerti.
Canda tawa mulai lagi terbingkai antara
kami, persahabatan memanglah indah. Persahabatanlah segalanya. Tapi aku tidak
peduli yang pernah ternyadi terhadapku, bagiku bekal untukku, sebagai pelajaran
dari masa laluku. Cinta sejati tetap aku harus gapai.
Berselang 2 bulan kemudian, Rosma
kembali mengetuk pintu hatiku tuk minta maaf. Tapi aku tidak peduli lagi, aku
sudah sadar atas apa yang dia lakukan selama ini. Dia bukan cinta sejatiku, dia
hanya, pembawa kesesatan bagi sahabat – sahabatku. Meskipun dia pernah bilang
kalau dia mau kasih kenal aku sama orang tuanya tapi aku sudah tidak mau lagi,
itu katanya kalau bukti dia serius.
Aku sudah tidak peduli lagi, dan satu
cara agar dia tidak hubungiku lagi “aku ganti nomorku”. Ya begitulah akhir
ceritaku, tak ada lagi yang menggangguku dengan kebisingan – kebisingan dari
dia.
Semoga perjalananku kali ini, masih ada
yang terbaik yang singga dalam hatiku. Cinta dan sahabat boleh saja, sahabat jadi
cinta bagus juga, tapi cinta jadi sahabat oh tidak bisa. jadikan cinta itu masa
lalu kalau sudah putus, putus ya pututs saja, tidak ada kata balikan.
Aku yakin cinta akan datang dengan
sendirinya, tapi aku tetap berusaha juga mencarinya tuk nikmati masa mudaku dan
berdoa kepada sang pencifta, dialah yang maha benar dan maha mengetahui.
########## Tamat###########
Saya ingin berbagi kesaksian saya dan kebahagiaan dengan Anda semua di situs ini, tahun lalu suami saya meninggalkan saya untuk wanita lain di tempat kerja dan ia meninggalkan saya dan saya 2kids, semuanya adalah begitu sulit bagi saya karena saya mencintai-Nya yang begitu banyak, jadi saya melihat kesaksian besar Mutaba ia telah membantu wanita di sana suami kembali jadi saya menghubungi kepadanya dan dia membantu saya untuk melemparkan mantra kembali untuk saya suami dan dalam 2 hari suami saya meninggalkan wanita lain dan dia datang kembali untuk saya dengan begitu banyak cinta dan kepedulian. Aku tidak akan pernah melupakan ini bantuan yang besar Mutaba memberikan kepada saya dan saya children.if Anda di sini Anda perlu membantu untuk mendapatkan kembali kekasih Anda bisa menghubungi dia melalui email ini greatmutaba@yahoo.com saya bangga berada di kesaksiannya
BalasHapus