Seringku mendengar keluh kesahmu
Dari beribu kata yang terucap di
bibir manismu
Tak kuasa aku bila ku mengacuhkan
Walau hanya sepercik kata
Ku akan setia menemanimu sahabat
Meski matahari
meninggalkan diperaduannya
Bersambut
gelapnya malam yang menyelamkan sinarnya
Terlihat bulan
dan bintang menyinari dalam gelapnya malam
Hinggan akan
kelam bila tiba senja mentari yang begitu terik Akankah engkau mengerti
bahwasanya
Aku hanya
berpadu untukmu sahabat
Seolah bagaikan
kicauan burung yang begitu riang
Bersuarakan
nyanyian untuk sesamanya saling menyapa
Itulah aku,
yang selalu menyanyi untukmu sahabat
Semoga semuanya
selalu terkenang dihari-harimu
Bahwa sahabat
terbaikmu adalah aku
Dan semoga kau
selalu dalam titian dari sang pencifta
Bersamaku
dikemudian selamanya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar