Kamis, 10 April 2014
Selasa, 01 April 2014
PUISI - SETIAKU
Kesetian,
kasih sayang
Semunya
telah kuberikan kepadamu
Dengan
segenap sepenuhnya hati ini
Dan
tak mungkin kuberikan kepada yang lain
Kesetiaan
ini, akan selalu aku jaga
Meski
sekarang jarak antara kita
Memisahkan
antara, seyumanmu, canda tawamu
Dan
belaian kasih sayangmu
Sayang……
Disini nadiku
tersayat belati rindu..
Sekarat karna sakau
akan cintamu
Seakan pisau tajam
tertancap abadi dalam relung hati
Sayang.....
Ku ingin engkau cepat
kembali
Disini aku selalu
munggumu
Menemaniku seperti
sedia kala yang berlalu
Inginku..
Kau selalu disini
memberikan
Betapa indah alunan
cinta
Bersamamu dikemudian
selamanya
Inginku kau
pangeranku
Selalu menjagaku
disetiap lelap tidurku
Hingga ku bermimpi
indah bersamamu
Sesampai, pagi
menjemput hangatnya senyummu
PUISI - SAHABAT
Seringku mendengar keluh kesahmu
Dari beribu kata yang terucap di
bibir manismu
Tak kuasa aku bila ku mengacuhkan
Walau hanya sepercik kata
Ku akan setia menemanimu sahabat
Meski matahari
meninggalkan diperaduannya
Bersambut
gelapnya malam yang menyelamkan sinarnya
Terlihat bulan
dan bintang menyinari dalam gelapnya malam
Hinggan akan
kelam bila tiba senja mentari yang begitu terik Akankah engkau mengerti
bahwasanya
Aku hanya
berpadu untukmu sahabat
Seolah bagaikan
kicauan burung yang begitu riang
Bersuarakan
nyanyian untuk sesamanya saling menyapa
Itulah aku,
yang selalu menyanyi untukmu sahabat
Semoga semuanya
selalu terkenang dihari-harimu
Bahwa sahabat
terbaikmu adalah aku
Dan semoga kau
selalu dalam titian dari sang pencifta
Bersamaku
dikemudian selamanya.
PUISI - SAHABAT
Tak terasa waktu telah
berlalu
Beribu kisah – kisah
yang telah kita lalui
Berbagai kenangan –
kenangan terindah
Dan juga kenangan –
kenangan terpuruk
Yang tak bisa
terlupakan
Baik suka dan duka
yang kita jalani
Tapi kita tetap tegar bersatu
menjalaninya
Persahabatan kitalah
yang terbaik dan terindah
Teringat masa – masa itu
Saat kita berkumpul bersama
Kita saling tertawa
Canda tawa yang tiada henti
Itulah yang tak bisa aku lupa darimu sahabat
Meski suatu saat nanti kita perpisah
Karena satu tujuan yang kita impikan
Ada yang ketimur, ada yang kebarat, dan aku yang keselatan
Jalan kita tak searah tapi tujuan kita sama
Tapi aku yakin suatu saat nanti
Pasti kita akan dipertemukan kembali
Oleh sang pencifta
Pengorbananmu, kasih sayangmu, dan juga pengertianmu
Aku terharu sekali
Seakan air mata ini ingin menetes
Saat perpisahan itu
Bagiku engkaulah yang terbaik sahabatku
Sahabat memang sulit dilupakan
Ketimbang orang yang pernah hadir mencintai kita
Sahabat melakukan kesalahan atau membuat kita kecewa
Tapi, kita tidak pernah berpikir untuk saling memutuskan suatu
hubungan ikatan persahabatan
Sahabatlah, yang saling menerima apa adanya
Beda dengan orang yang
kita cintai
Bila kita dikhianati
atau dikecewakan
Akan berdampak patal
bagimu sang pencinta
kita diputuskan atau kita
yang memutuskan
dan ternyata, muncullah rasa sakit hati dan kekecewaan
ketika hal – hal itu
terjadi
sesungguhnya,
alangkah indahnya persahabatan itu
dibanding percintaan diantara dua insan
Sahabat memang lebih berharga ketimbang sang kekasih
Sabahat adalah penolong bagimu ketika kita bermasalah
Sahabat pun penyambung jawamu didunia yang fana ini
Sahabat pula sebagai tempat curahan hati
Sahabat yang selalu mengerti dan bisa menghargai kita
Sahabat, ingatlah aku dikala engkau jauh
Meski engkau menemukan sahabat yang baru
Sahabat, jangan pernah lupakanku
Karena aku yakin dihatimu
Akulah yang nomor satu
Diantara sahabat - sahabatmu yang lain
Sahabat, kenanglah selalu kebersamaan kita
Budi jasamu selalu yang terbaik
Doamu dan doaku selalu menyertai
Semoga kau dan aku dihari kelak
Akan mendapatkan karunia dari sang khalik
Sehingga mampu mendapatkan apa yang kita impikan
Cita – citamu dan cita – citaku
Insya allah akan terwujud
By. Uchenk The’ZainT DzainerzT
PUISI - PERKENALAN
Awalnya ku hanya sendiri berteman sepi
Merindukan bulan dan bintang
Itulah yang selalu hinggap di setiap malam menjemput
Lantunan demi lantunan suyair lagu yang ku dengar
Membuat aku semakin rindu sesosok keramaian
Itulah mimpi aku, ketika ku punya banyak teman
Terdengar bunyi sayup
angin melambai
Seiring bunyi nada
dering hanponeku
Terlihat satu nomor
cantik yang terakhirnya 758
Mendengar suaranya yang
lembut nan indah
Kian merona membuatku
terpesona
Yang telah menayakan
namaku, usiaku, pekerjaan dan alamatku
Terdian ku sejenak memikirkanya
Entah siapakah gerangan dirinya
Apakah tuhan mengirimkannya untukku
Apakah ini semua balasan doaku disetiap
malam?
Yang telah merindukan sesosok seorang
kekasih?
Yang sebagai pendamping hidupku
Tuhan,
Terima kasih, karena
kau telah mengirimkan salah satu ciftaanmu
Yang begitu indah,
bagai bidadari surgamu
Mungkin ini nantinya
jika ku mengenalnya lebih jauh lagi
Kan ku jadikan dia
sebagai pendamping hidupku
Canda dan tawa tak sanggup ku menahannya
Hingga tak mengenal waktu yang berlalu
Dan tak sadar diriku bahwa ada di antara aku dan dia
Yang telah jatuh hati
Hari ini,
Ada janji antara dia dan aku
Semoga pertemuan ini
Dapat lebih berkesan dan bermakna
Menjadi pertemuan yang terindah
Yang pernah terjadi dikehidupanku bersamanya
Perkenalan ini tak pernah terlupakan
Karena terukir memori – memori yang terindah
Hinggap dalam alunan cinta
Sesampai dan sejuta rasa cinta yang telah tercifta
By. Muh. Husain Achmad “UchenK The’ZainT DzainezT”
PUISI - PENYESALAN
Di sudut langit biru
Ku mernatap awan
putih
Terbesit sebuah
harapan
Diantara dua jiwa
yang terpisah
Hembusan-hembusan
angin
Mengantarkan
awan-awan putih bersujud dihadapmu
Pesan-pesannya
menghentak sukma ragamu
Hingga wajahmu merah
merona
Seperti mentari
diupuk timur
Engkaupun berlari
ditengah padang yang gersang
Menatap matahari,
hingga membakar hatimu
Bersama
peneysalan-penyesalan menjadi
Arang-arang hitam
meninggalkan semua kenangan
By. UchenK The’ZainT
DzainerzT n DengKer Sang Penjelajah
PUISI - PEMILIK HATI
Di
saat pertama ku berjumpa denganmmu
Terasa
jantungku berdebar hingga ku terbuai
Bahwa
aku jatuh cinta pada pandangan pertama
Dan
saat itu, aku merasa itu hanya mimpi
Yang
biasa terbias dalam khayalku
Namun
aku tersadar, ketika engkau menyapaku
Dan
menanyakan namaku
Ternyata
bukanlah sekedar mimpi tetapi kenyataan
Dimalam
itu, terasa aku terbang bersama bintang – bintang
Namun
hanya satu bintang yang selalu menemaniku
Dan
aku bagai bulan yang tak pernah jauh darimu
Karena
aku tahu, bulan dan bintang akan selalu bersama
Untuk
menerangi pekatnya malam yang sepi
Hidupku
kini terasa berbunga – bunga
Yang
dulu berdaun layu tak berdaya
Namun
kini engkau hadir melengkapi dan memupuk
Sehingga
bunga yang dulu berdaun layu
Mekar
kembali seperti cinta yang ada di hatiku
Meski
perasaan ini belum engkau tahu
Tapi
aku berharap engkau menyadari dan memahami
Apa
yang telah aku lakukan disetiap bersamamu
Itu
semua isyarat hatiku bahawa aku mencintaimu
Dan
ku ingin, engkaulah pemilik hatiku selamanya
PUISI - KEHADIRANMU
Kehadiranmu membuat duniaku beruah
Kau memberi warna yang searah dalam
hidupku
Namun, semuanya berakhir begitu saja
Membuat diriku hidup bagaikan tanpa arah
Hatiku kini,
engkau kurung dalam penjara cintamu
Mataku kini,
tertutup rapat oleh pesonamu
Menbuatku tak bisa
melihat indahnya cinta yang lain
Karena cintaku
padamu membuat mata dan hatiku buta
Aku ingin kamu tahu yang sebenarnya
Ada seseorang yang sangat menyayangimu
Namun, biarlah waktu yang menjawab
semuanya
Karena aku tak ingin mengganggu
kebahagiaan yang kini kau dapatkan
Hidupku kini hanya
bisa berharap
suatu saat ada
malaikat yang bisa membantuku
untuk menyampaikan
semuanya
Meskipun, aku tahu
kalau harapan ini
hanya membuatku
sakit dan tak berdaya
Tapi cintaku padamu
membuatku kebal
terhdap semua rasa
sakit yang aku rasakan
Jika memang hanya sampai disini
Biarlah rasa ini aku simpan
meski ragamu tak bisa ku miliki
tapi aku sangat bersyukur
Bisa kenal salah satu titipan sang
pencifta
Sebaik dan sesempurna dirimu
PUISI - HATI YANG KAU SAKITI
Ku
pandangi malam gelap gulita
Lagit
mendung tak berbintang
Aku
disini tak bisa berdiri lagi
Bangkit
menghapus semua harapku
Mungkin
memang benar
Perasaan
ini tak pantas terjadi
Ku hanya bisa mengatakan apa yang
kurasa
Hati yang selalu bersedih
Hati yang selalu menangis
Adalah hati yangg di penuhi
kepingan-kepingan cintamu
Kini....kau telah sakiti
Dan meninggalkan dalam kesakitan
Tak
bisa berbuat apa lagi tanpamu
Meninggalkan
kenang indah disisimu
Membekaskan
ukiran bayangmu di pikiranku
Bersamamu
yang telah pergi duakan cinta ini
Sungguh...sungguh
luar biasa
Tapi
bukan untuk saling memiliki
Cukup bagiku menyayangimu
Cukup untuk mendampingimu
Ku hargai semua pilihanmu
Walau luka salut tak bisa hilang
Aku iklas, dirimu untuk pergi
bersamanya
Semua
buatku tahu
Ada
yang tak bisa di paksakan
Dan
kau harus tahu
Akulah
pemilik hati, yang telah kau sakiti
By.
La Wahid Coy
PUISI - MELEPASMU
Hari ini, kemarin dan mungkin esok
Kan tak jauh beda
Ku kembali duduk tuk rangkai kata
Kata mapan tangis dari hati ini
Tiap
kali ku mendekapmu
Semakin
kau berikan jalan tuk matikan langkahku
Mungkin
diri ini memang tak begitu indah di matamu
Ku kembali perbaiki semuanya
Tapi setiap kali kau tak bisa
mengindahkannya
Dan kan terjatuh kembali pada lubang
yang sama
Apakah
ini jalan cerita kami?
Apakah
ini jalan takdir darinya?
Ataukah
ini hanya kebodohanku
Kebodohan
dari kesempurnaan mata memandangnya
Mata yang begitu indah
Garis senyum yang mempesona
Kini tak pernah lagi terpandang dariku
Tak sengaja ku menatap
Pancarannya telah pergi menjauh hingga
kelain mata
Ku
lepas semua keinginanku
Ku
hapus semua harapku
Darimu
yang terindah
Biarlah
ini jadi bagian dari memoriku
Biarlah
ku begini
Karena...ku
kan begini adanya.
PUISI - HIDUPKU ADALAH HIDUPMU
Disaat ku
melangkah
Setitik
air mata telah metes
Membasah
dikertas putih
Yang
telah kugenggam erat
Berat rasanya
kaki ini melangkah
Ketika
melihatmu bersedih dalam kepergianku
Kumencoba
untuk selalu tegar
Dalam
cobaan kisah cinta kita
Tetapi ku
berlari kembali memelukmu
Dan
menitipkan pesan
Jangan
bersedih karena kepergianku
Jangan
meneteskan air matamu
Aku
pergi, pasti aku kembali untukmu
Disuatu
saat nanti bila ku mencapai cita – citaku
Dan bila
kau merindukanku
Jangan
bersedih tapi tersenyumlah
Karena
disenyummu aku berada disampingmu
Kau
bahagia, aku juga bahagia
Hidupmu
adalah hidupku
Langganan:
Komentar (Atom)




