Selasa, 01 April 2014

PUISI - SETIAKU


            
Kesetian, kasih sayang
Semunya telah kuberikan kepadamu
Dengan segenap sepenuhnya hati ini
Dan tak mungkin kuberikan kepada yang lain

Kesetiaan ini, akan selalu aku jaga
Meski sekarang jarak antara kita
Memisahkan antara, seyumanmu, canda tawamu
Dan belaian kasih sayangmu

Sayang……
Disini nadiku tersayat belati rindu..
Sekarat karna sakau akan cintamu
Seakan pisau tajam tertancap abadi dalam relung hati

Sayang.....
Ku ingin engkau cepat kembali
Disini aku selalu munggumu
Menemaniku seperti sedia kala yang berlalu

Inginku..
Kau selalu disini memberikan
Betapa indah alunan cinta
Bersamamu dikemudian selamanya

Inginku kau pangeranku
Selalu menjagaku disetiap lelap tidurku
Hingga ku bermimpi indah bersamamu
Sesampai, pagi menjemput hangatnya senyummu



                                                                  

PUISI - SAHABAT


          
Seringku mendengar keluh kesahmu
Dari beribu kata yang terucap di bibir manismu
Tak kuasa aku bila ku mengacuhkan
Walau hanya sepercik kata
Ku akan setia menemanimu sahabat

Meski matahari meninggalkan diperaduannya
Bersambut gelapnya malam yang menyelamkan sinarnya
Terlihat bulan dan bintang menyinari dalam gelapnya malam
Hinggan akan kelam bila tiba senja mentari yang begitu terik Akankah engkau mengerti bahwasanya
Aku hanya berpadu untukmu sahabat

Seolah bagaikan kicauan burung yang begitu riang
Bersuarakan nyanyian untuk sesamanya saling menyapa
Itulah aku, yang selalu menyanyi untukmu sahabat

Semoga semuanya selalu terkenang dihari-harimu
Bahwa sahabat terbaikmu adalah aku
Dan semoga kau selalu dalam titian dari sang pencifta
Bersamaku dikemudian selamanya.


PUISI - SAHABAT



Tak terasa waktu telah berlalu
Beribu kisah – kisah yang telah kita lalui
Berbagai kenangan – kenangan terindah
Dan juga kenangan – kenangan terpuruk
Yang tak bisa terlupakan
Baik suka dan duka yang kita jalani
Tapi kita tetap tegar bersatu menjalaninya
Persahabatan kitalah yang terbaik dan terindah

Teringat masa – masa itu
Saat kita berkumpul bersama
Kita saling tertawa
Canda tawa yang tiada henti
Itulah yang tak bisa aku lupa darimu sahabat
Meski suatu saat nanti kita perpisah
Karena satu tujuan yang kita impikan
Ada yang ketimur, ada yang kebarat, dan aku yang keselatan
Jalan kita tak searah tapi tujuan kita sama
Tapi aku yakin suatu saat nanti
Pasti kita akan dipertemukan kembali
Oleh sang pencifta

Pengorbananmu, kasih sayangmu, dan juga pengertianmu
Aku terharu sekali
Seakan air mata ini ingin menetes
Saat perpisahan itu
Bagiku engkaulah yang terbaik sahabatku
Sahabat memang sulit dilupakan
Ketimbang orang yang pernah hadir mencintai kita

Sahabat melakukan kesalahan atau membuat kita kecewa
Tapi, kita tidak pernah berpikir untuk saling memutuskan suatu hubungan ikatan persahabatan
Sahabatlah, yang saling menerima apa adanya

Beda dengan orang yang kita cintai
Bila kita dikhianati atau dikecewakan
Akan berdampak patal bagimu sang pencinta
kita diputuskan atau kita yang memutuskan
dan ternyata,  muncullah rasa sakit hati dan kekecewaan
ketika hal – hal itu terjadi
sesungguhnya,

alangkah indahnya persahabatan itu
dibanding percintaan diantara dua insan
Sahabat memang lebih berharga ketimbang sang kekasih
Sabahat adalah penolong bagimu ketika kita bermasalah
Sahabat pun penyambung jawamu didunia yang fana ini
Sahabat pula sebagai tempat curahan hati
Sahabat yang selalu mengerti dan bisa menghargai kita

Sahabat, ingatlah aku dikala engkau jauh
Meski engkau menemukan sahabat yang baru
Sahabat, jangan pernah lupakanku
Karena aku yakin dihatimu
Akulah yang nomor satu
Diantara sahabat - sahabatmu yang lain

Sahabat, kenanglah selalu kebersamaan kita
Budi jasamu selalu yang terbaik
Doamu dan doaku selalu menyertai
Semoga kau dan aku dihari kelak
Akan mendapatkan karunia dari sang khalik
Sehingga mampu mendapatkan  apa yang kita impikan
Cita – citamu dan cita – citaku
Insya allah akan terwujud


                                                By. Uchenk The’ZainT DzainerzT

PUISI - PERKENALAN



Awalnya ku hanya sendiri berteman sepi
Merindukan bulan  dan bintang
Itulah yang selalu hinggap di setiap malam menjemput

Lantunan demi lantunan suyair lagu yang ku dengar
Membuat aku semakin rindu sesosok keramaian
Itulah mimpi aku, ketika ku punya banyak teman

Terdengar bunyi sayup angin melambai
Seiring bunyi nada dering hanponeku
Terlihat satu nomor cantik yang terakhirnya 758

Mendengar suaranya yang lembut nan indah
Kian merona membuatku terpesona
Yang telah menayakan namaku, usiaku, pekerjaan dan alamatku

Terdian ku sejenak memikirkanya
Entah siapakah gerangan dirinya
Apakah tuhan mengirimkannya untukku
Apakah ini semua balasan doaku disetiap malam?
Yang telah merindukan sesosok seorang kekasih?
Yang sebagai pendamping hidupku

Tuhan,
Terima kasih, karena kau telah mengirimkan salah satu ciftaanmu
Yang begitu indah, bagai bidadari surgamu
Mungkin ini nantinya jika ku mengenalnya lebih jauh lagi
Kan ku jadikan dia sebagai pendamping hidupku

Canda dan tawa tak sanggup ku menahannya
Hingga tak mengenal waktu yang berlalu
Dan tak sadar diriku bahwa ada di antara aku dan dia
Yang telah jatuh hati
Hari ini,
Ada janji antara dia dan aku
Semoga pertemuan ini
Dapat lebih berkesan dan bermakna
Menjadi pertemuan yang terindah
Yang pernah terjadi dikehidupanku bersamanya

Perkenalan ini tak pernah terlupakan
Karena terukir memori – memori yang terindah
Hinggap dalam alunan cinta
Sesampai dan sejuta rasa cinta yang telah tercifta


By. Muh. Husain Achmad   “UchenK The’ZainT DzainezT”

PUISI - PENYESALAN



Di sudut langit biru
Ku mernatap awan putih
Terbesit sebuah harapan
Diantara dua jiwa yang terpisah

Hembusan-hembusan angin
Mengantarkan awan-awan putih bersujud dihadapmu
Pesan-pesannya menghentak sukma ragamu
Hingga wajahmu merah merona
Seperti mentari diupuk timur

Engkaupun berlari ditengah padang yang gersang
Menatap matahari, hingga membakar hatimu
Bersama peneysalan-penyesalan menjadi
Arang-arang hitam meninggalkan semua kenangan


By. UchenK The’ZainT DzainerzT n DengKer Sang Penjelajah

PUISI - PEMILIK HATI


Di saat pertama ku berjumpa denganmmu
Terasa jantungku berdebar hingga ku terbuai
Bahwa aku jatuh cinta pada pandangan pertama

Dan saat itu, aku merasa itu hanya mimpi
Yang biasa terbias dalam khayalku
Namun aku tersadar, ketika engkau menyapaku
Dan menanyakan namaku
Ternyata bukanlah sekedar mimpi tetapi kenyataan

Dimalam itu, terasa aku terbang bersama bintang – bintang
Namun hanya satu bintang yang selalu menemaniku
Dan aku bagai bulan yang tak pernah jauh darimu
Karena aku tahu, bulan dan bintang akan selalu bersama
Untuk menerangi pekatnya malam yang sepi

Hidupku kini terasa berbunga – bunga
Yang dulu berdaun layu tak berdaya
Namun kini engkau hadir melengkapi dan memupuk
Sehingga bunga yang dulu berdaun layu
Mekar kembali seperti cinta yang ada di hatiku

Meski perasaan ini belum engkau tahu
Tapi aku berharap engkau menyadari dan memahami
Apa yang telah aku lakukan disetiap bersamamu
Itu semua isyarat hatiku bahawa aku mencintaimu
Dan ku ingin, engkaulah pemilik hatiku selamanya

PUISI - KEHADIRANMU



Kehadiranmu membuat duniaku beruah
Kau memberi warna yang searah dalam hidupku
Namun, semuanya berakhir begitu saja
Membuat diriku hidup bagaikan tanpa arah
Hatiku kini, engkau kurung dalam penjara cintamu
Mataku kini, tertutup rapat oleh pesonamu
Menbuatku tak bisa melihat indahnya cinta yang lain
Karena cintaku padamu membuat mata dan hatiku buta
Aku ingin kamu tahu yang sebenarnya
Ada seseorang yang sangat menyayangimu
Namun, biarlah waktu yang menjawab semuanya
Karena aku tak ingin mengganggu
kebahagiaan yang kini kau dapatkan
Hidupku kini hanya bisa berharap
suatu saat ada malaikat yang bisa membantuku
untuk menyampaikan semuanya
Meskipun, aku tahu kalau harapan ini
hanya membuatku sakit dan tak berdaya
Tapi cintaku padamu membuatku kebal
terhdap semua rasa sakit yang aku rasakan
Jika memang hanya sampai disini
Biarlah rasa ini aku simpan
meski ragamu tak bisa ku miliki
tapi aku sangat bersyukur
Bisa kenal salah satu titipan sang pencifta
Sebaik dan sesempurna dirimu

PUISI - HATI YANG KAU SAKITI



Ku pandangi malam gelap gulita
Lagit mendung tak berbintang
Aku disini tak bisa berdiri lagi
Bangkit menghapus semua harapku
Mungkin memang benar
Perasaan ini tak pantas terjadi
            Ku hanya bisa mengatakan apa yang kurasa
            Hati yang selalu bersedih
            Hati yang selalu menangis
            Adalah hati yangg di penuhi kepingan-kepingan cintamu
            Kini....kau telah sakiti
Dan meninggalkan dalam kesakitan
Tak bisa berbuat apa lagi tanpamu
Meninggalkan kenang indah disisimu
Membekaskan ukiran bayangmu di pikiranku
Bersamamu yang telah pergi duakan cinta ini
Sungguh...sungguh luar biasa
Tapi bukan untuk saling memiliki
            Cukup bagiku menyayangimu
            Cukup untuk mendampingimu
            Ku hargai semua pilihanmu
            Walau luka salut tak bisa hilang
            Aku iklas, dirimu untuk pergi bersamanya
Semua buatku tahu
Ada yang tak bisa di paksakan
Dan kau harus tahu
Akulah pemilik hati, yang telah kau sakiti

                                                                                    By. La Wahid Coy

PUISI - MELEPASMU


Hari ini, kemarin dan mungkin esok
Kan tak jauh beda
Ku kembali duduk tuk rangkai kata
Kata mapan tangis dari hati ini
          Tiap kali ku mendekapmu
          Semakin kau berikan jalan tuk matikan langkahku
          Mungkin diri ini memang tak begitu indah di matamu
Ku kembali perbaiki semuanya
Tapi setiap kali kau tak bisa mengindahkannya
Dan kan terjatuh kembali pada lubang yang sama
          Apakah ini jalan cerita kami?
          Apakah ini jalan takdir darinya?
          Ataukah ini hanya kebodohanku
          Kebodohan dari kesempurnaan mata memandangnya
Mata yang begitu indah
Garis senyum yang mempesona
Kini tak pernah lagi terpandang dariku 
Tak sengaja ku menatap
Pancarannya telah pergi menjauh hingga kelain mata
          Ku lepas semua keinginanku
          Ku hapus semua harapku
          Darimu yang terindah
          Biarlah ini jadi bagian dari memoriku
          Biarlah ku begini
          Karena...ku kan begini adanya.

PUISI - HIDUPKU ADALAH HIDUPMU


Disaat ku melangkah
Setitik air mata telah metes
Membasah dikertas putih
Yang telah kugenggam erat

Berat rasanya kaki ini melangkah
Ketika melihatmu bersedih dalam kepergianku
Kumencoba untuk selalu tegar
Dalam cobaan kisah cinta kita

Tetapi ku berlari kembali memelukmu
Dan menitipkan pesan
Jangan bersedih karena kepergianku
Jangan meneteskan air matamu
Aku pergi, pasti aku kembali untukmu
Disuatu saat nanti bila ku mencapai cita – citaku

Dan bila kau merindukanku
Jangan bersedih tapi tersenyumlah
Karena disenyummu aku berada disampingmu
Kau bahagia, aku juga bahagia
Hidupmu adalah hidupku