Malam itu, tepat pkl 23:55WIB,,, kami berdua, aku dan temanku Rani, tidur bersama. Hingga sepertiga malam, dia tak dapat tidur. Bukan karena rasa ngantuk yang tak menguasai kedua bola matanya. Tetapi lebih kepada pikiran yang tak tenang.
Lalu aku dibangunkan disaat tidurku terlelap.
"Kamu kenapa, belum juga tidur ?" Tanyaku.
Lalu dia bercerita " Aku gelisah, pikiranku tidak tenang. Selalu saja mengingat tentang dia, lelaki yang baru saja aku kenal. Lelaki yang telah menguasai pikiranku. Semua terjadi begitu saja, tanpa disangka. Dia baik dan sederhana. Humoris dan suka canda. Aku suka candanya. Menenangkan aku disaat hati sedang dalam kegundahan. Menyulam senyum dan tawa dibibirku.
Hadirnya, seperti bulan di langit yang gelap. Jauh, namun sinarnya mampu menembus ruang gelap di hati. Memberi indah, dan mempesona. Selalu saja merindukan sinarnya.
Dengan candanya, dia mampu membawaku beranjak dari kenangan, menjauhkan dari kegundahan, mampu meredam tangisanku, menyeka air mata yang tiba-tiba menetes.
Perlahan mulai tumbuh rasa, tiba-tiba rindu, tiba-tiba suka. Mungkin semua hanya sementara. Dan mungkin pula akan berubah menjadi rasa yang seutuhnya. Akhh,, aku bingung sendiri....
Namun bukan itu yang kupikirkan. Yang menjadi tanda tanya, bagaiman dia sebenarnya. Perhatian-perhatian kecil yang dia berikan. Kata sapaan di setiap pergantian waktu. Sanjungan mesra disetiap obrolan. Semua terangkum dalam tanya " sukakah dia padaku ? Atau hanya sekedar kagum ? Atau mungkin ini hanya lamunanku saja yang berlebihan"
"Sudahlah, tidurlah saja dulu. Nanti setelah engkau terbangun di saat mentari tersenyum, mungkin pikiranmu kembali tenang. Dan akan kau temui jawaban dari segala tanyamu" pintaku padanya...
30 menit beranjak dari pkl 00:00 WITA, kami berdua merapikan posisi, mematikan lampu kamar, menarik selimut, dan segera tidur...
sayup-sayup suara binatang malam pun mulai melemah...tak ada lagi nada,, semua hening... tenggelam dalam malam...
Jeneponto, 17 Januari 2015
Karya,
Anthy Irawan Pratamhy LoveGreen